Suaka

Australia dan Malaysia Siap Bertukar Manusia

Kompas.com - 22/07/2011, 15:46 WIB

KOMPAS.com — Pekan depan, Australia dan Malaysia akan meneken kerja sama penanganan pencari suaka. Teknisnya, Australia akan mengirim 800 pencari suaka ke Malaysia. Nanti, manusia-manusia itu ditukar dengan 4.000 pengungsi. "Hampir terlaksana. Kami dapat menjelaskan lebih banyak dalam beberapa hari ke depan," kata juru bicara Menteri Imigrasi Australia, Chris Bowen.

Saat ini, Australia menampung para pencari suaka di Pulau Christmas. Pulau itu kini sudah melebihi kapasitas. Selain itu, para pencari suaka sudah ditampung selama berbulan-bulan tanpa kepastian.

Saat ini, di seluruh fasilitas penampungan Australia terdapat sedikitnya 6.000 pencari suaka dari Irak, Iran, Sri Lanka, Vietnam, dan Afganistan. Sementara di Malaysia tahun lalu saja terdapat 25.600 pengungsi yang terdaftar di omisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR). Jumlah ini adalah yang terbesar dari berbagai kantor UNHCR.

Sementara itu, sebagaimana warta AP dan AFP pada Jumat (22/7/2011), aparat imigrasi Australia mengatakan, kerusuhan kembali terjadi di pusat penampungan Pulau Christmas yang melibatkan 100 pencari suaka.  "Mereka menggunakan senjata rakitan dan melakukan pembakaran di beberapa tempat di dalam penampungan," kata seorang polisi.

Kelompok penasihat pengungsi mengatakan, para pencari suaka membaringkan diri di lubang-lubang dangkal untuk menggambarkan keputusasaan mereka. "Sekelompok pencari suaka menggali lubang di halaman penampungan mereka," kata penasihat pengungsi, Ian Rintoul, yang secara reguler menghubungi para pencari suaka lewat telepon.

"Mereka mengubur diri sebatas leher untuk menggambarkan protes bahwa tempat penampungan telah membunuh tubuh dan pikiran mereka," tambah Rintoul.

Sebelumnya PBB mengkritik keputusan Australia menahan para pencari suaka ini selama permohonan mereka diproses.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau