Wanita Jangkung Lebih Berisiko Kanker?

Kompas.com - 22/07/2011, 16:45 WIB

KOMPAS.com — Perempuan yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata berisiko kanker lebih besar dibandingkan dengan orang yang posturnya pendek (kurang dari 155 sentimeter). Mereka yang tingginya di atas 175 cm berisiko kanker 37 persen lebih tinggi.

Penelitian itu dilakukan terhadap lebih dari satu juta perempuan di Inggris dalam sebuah studi yang meneliti kaitan antara tinggi badan dan insiden 17 jenis kanker. Secara umum, untuk setiap kenaikan tinggi badan 10 cm, risikonya meningkat 16 persen.

Namun, perlu diingat, sesungguhnya risiko terkena kanker pada kelompok jangkung tidaklah sebesar itu. Misalnya, dari setiap 1.000 perempuan dari kelompok jangkung (tinggi 173,8 cm) akan ada 10 yang didiagnosis kanker setiap tahunnya. Sementara itu, dari kelompok yang tingginya sedang (160 cm) ada delapan yang didiagnosis kanker. Ini berarti ada tambahan 2 diagnosis per 1.000 wanita dari kelompok tinggi badan di atas rata-rata.

Penelitian berskala besar yang dilakukan oleh tim dari Universitas Oxford ini juga memasukkan faktor risiko lain terhadap kejadian kanker, seperti status sosial ekonomi dan kebiasaan merokok.

Meski demikian, Cancer Research, Inggris, mengatakan, perempuan yang termasuk jangkung tak perlu khawatir dengan hasil penelitian tersebut. Walau memang tinggi badan berkontribusi pada risiko kanker, ada faktor lain yang lebih berperan yakni riwayat keluarga dan gaya hidup.

Tinggi badan memang tidak bisa diubah, tetapi mengadopsi gaya hidup sehat, berolahraga secara teratur, menjauhi alkohol, dan berhenti merokok merupakan cara yang sudah terbukti bisa mengurangi risiko terkena kanker.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau