Sindikat pencurian

Miras Dicuri, Garuda Rugi Ratusan Juta

Kompas.com - 22/07/2011, 19:39 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Maskapai garuda Indonesia mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat ulah sindikat pencuri miras di pesawat kelas bisnis. Sindikat pencurian miras yang melibatkan "orang dalam" bandara ini diduga telah berlangsung sejak lama.

"Data dari bulan Januari sampai Juni (2011) pihak maskapai Garuda selalu kehilangan," kata Kepala Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai, Denpasar, AKP Boney Wahyu Wicaksono kepada wartawan, Jumat (22/7/2011). Jika menilik dari pengakuan tersangka, sindikat ini cukup besar dan masih ada kemungkinan keterlibatan tersangka lain.

"Mereka cukup mudah dalam beraksi. Jika satu orang mampu mengambil satu botol dalam sehari, bisa dibayangkan berapa kerugian yang dialami jika banyak oknum yang terlibat," jelas Boney.

Sindikat pencuri ini cukup berhati-hati dalam melakukan aksinya. Mereka tidak sembarangan menjual hasil curian dan hanya dilepas kepada orang tertentu saja di kalangan mereka. Namun, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. "Apesnya, ada razia tengah malam di pintu Tol Gate dan kita melihat salah satu tersangka membawa backpack yang berisi miras hasil curian di pesawat," ungkap Boney.

Seperti diberitakan, jajaran Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai Denpasar membongkar jaringan pencurian miras yang biasa disediakan oleh pesawat kelas bisnis Garuda Indonesia. Lima tersangka yang sehari-harinya bekerja di lingkungan bandara berhasil dibekuk polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau