Kepanduan

Pramuka Indonesia ke Jambore Dunia

Kompas.com - 23/07/2011, 02:34 WIB

Jakarta, Kompas  - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka melepas 191 anggota kontingen Pramuka Indonesia menuju Jambore Pramuka Sedunia Ke-22 di Kristianstad, Swedia. Kontingen Pramuka Indonesia yang akan mengikuti Jambore Dunia bersama sekitar 40.000 peserta lainnya dari 160 negara pada 27 Juli-7 Agustus tersebut dilepas Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/7).

Hadir dalam acara pelepasan kontingen tersebut, antara lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar melaporkan, kontingen Pramuka Indonesia sebanyak 133 orang, di antaranya merupakan pelajar yang menjadi anggota pramuka penggalang dan penegak. Sebelum bertolak ke Swedia, mereka mendapatkan pemantapan selama dua hari di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta. 

Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah anggota Pramuka terbanyak di dunia, yakni sekitar 22 juta orang. Jumlah anggota Pramuka dari 160 negara kini sekitar 38 juta orang.

Pada pelaksanaan Jambore Dunia, kontingen Pramuka juga akan menggelar Indonesian Day untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia, seperti seni angklung, seni batik, dan permainan tradisional.

Presiden mengatakan, kontingen pramuka yang berangkat ke Jambore Pramuka Sedunia merupakan duta bangsa.

(ELN/ATO)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau