Nusa Dua, Kompas -
Demikian pidato kunci Chief Executive Officer Google Erick Schmidt dalam pembukaan acara Pertemuan Kewirausahaan Regional di Nusa Dua, Bali, Jumat (22/7) malam. ”Semua orang dapat mengakses internet. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha karena setiap orang berpotensi menjadi konsumen,” kata Schmidt.
Kesempatan yang terbuka ini, kata Schmidt, harus dimanfaatkan. Apalagi, di Indonesia penetrasi internet sekitar 18 persen. Kondisi ini semakin diperkuat oleh banyaknya populasi muda di Indonesia.
Wirausaha dapat memperoleh konsumen yang lebih banyak dengan menggunakan internet.
”Di Indonesia, ada sekitar 50 juta usaha kecil-menengah. Kalau menggunakan internet, akan ada perubahan usaha tersebut dari lokal menjadi seluruh negara, dan seterusnya. Akan ada perubahan besar,” tambah Schmidt.
Pertemuan Kewirausahaan Regional, yang digelar hingga Minggu (24/7), merupakan tindak lanjut pertemuan kewirausahaan yang dilaksanakan di Washington DC, Amerika Serikat, April 2010.
Pertemuan regional ini digelar bersama oleh Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), Kementerian Perdagangan, Global Entrepreneurship Program, dan Amerika Serikat.
Lebih dari 200 delegasi dari ASEAN, India, dan China hadir dalam pertemuan ini. Sejumlah pembicara akan hadir, di antaranya Naeem Zafar, anggota Fakultas UC Berkeley, dan Jim Turley, Global Chairman & CEO of Ernst & Young.
Sedianya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton akan membuka pertemuan regional ini. Namun, jadwal kehadirannya dalam pertemuan ditunda menjadi Sabtu (23/7).
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutannya mengatakan, aset terbesar kewirausahaan adalah ide, visi, dan kreativitas. Selain menciptakan lapangan kerja, kewirausahaan juga dapat mengurangi kesenjangan pembangunan.
”Wirausaha adalah seseorang dengan imajinasi untuk menyiapkan produk atau jasa, kemudian sanggup mewujudkan imajinasi itu menjadi riil,” tambah Mari.