Kejurnas

Pebiliar Nasional Tumbang

Kompas.com - 23/07/2011, 03:47 WIB

Medan, Kompas - Pebiliar pelatnas bertumbangan pada hari kedua Kejuaraan Nasional Biliar di Pardede Hall, Medan, Sumatera Utara, Jumat (22/7). Di nomor pool 8-ball putri, Angeline M Ticoalu (DKI Jakarta) kalah dari Lafitri (DI Yogyakarta) 4-5 di delapan besar.

Hal serupa menimpa Nur Sukma (Jawa Tengah) yang menyerah kepada Silvina (Kalimantan Barat), 0-5.

Di bagian putra, pebiliar peringkat lima dunia, Ricky Yang, takluk dari Noor (Kalimantan Selatan) 3-8 di delapan besar. Sebelumnya Imran Ibrahim (Kepulauan Riau) juga menyerah kepada Stanza Purba di babak pertama, 7-8.

Jumat (22/7) pukul 18.00, pertandingan nomor pool 8-ball putri memasuki semifinal, mempertemukan tim DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Nomor pool 8-ball pria baru delapan besar.

Ketua Umum POBSI Sumut Salomo TR Pardede mengatakan, ketimbang tahun lalu saat kejurnas di Semarang, persaingan tahun ini lebih ketat karena memakai sistem gugur, sementara tahun lalu dengan eliminasi berganda. ”Kalau atlet tidak siap, ya, langsung gugur,” kata Salomo.

Dari Kejurnas Pencak Silat 2011 di GOR Sport Center Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat, pesilat yang pernah di pelatnas lolos di babak penyisihan.

Seperti Herihono (Jawa Timur), pesilat andalan di SEA Games 2007 di kelas I (64 kilogram), menang 5-0 dari Dedy Sukma (Sumatera Selatan). Begitu pula Syahripal Efendi (Sumatera Barat) di kelas B (74 kilogram) unggul 5-0 dari andalan pesilat tuan rumah, Anggi Septiadi (Riau).

Di nomor seni (tunggal, ganda, dan beregu), beberapa provinsi lolos ke final, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

Pesilat asal Jawa Barat dan Jawa Timur diprediksi bakal melaju hingga final. (WSI/NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau