Partai Demokrat dan Nazaruddin, Fenomena Alam

Kompas.com - 23/07/2011, 06:43 WIB

KOMPAS.com - Di pagar sepanjang jalan tol dalam kota sampai ke Sentul, dikibarkan bendera Partai Demokrat. Di berbagai tempat di wilayah Jakarta dan sekitarnya dipasang foto besar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Anas Urbaningrum (ketua umum), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas, sekretaris jenderal). Di salah satu gambar besar itu antara lain bertuliskan, ”Jangan setetes nila, rusak susu sebelanga”.

Inilah tanda-tanda fisik yang tampil menyambut berlangsungnya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, mulai Sabtu ini sampai Minggu (24/7).

Salah seorang pendiri Partai Demokrat, RMH Heroe Syswanto alias Sys NS, memberi kepanjangan Rakornas Partai Demokrat ini dengan kalimat, ”Rapat Koordinasi tentang Anas”.

”Rakornas yang niatnya sebagai rapat koordinasi nasional, kalau ada susupan agenda khusus, bisa berubah menjadi rapat koordinasi tentang Anas sehingga akan menimbulkan beredarnya uang panas yang membuat orang menjadi ganas,” ujar Sys kemarin.

Rakornas yang akan dihadiri sekitar 5000 orang kader Partai Demokrat ini menjadi perhatian media massa dan banyak orang karena berlangsung seiring dengan kasus suap wisma atlet SEA Games di Palembang yang diduga melibatkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.

Dari tempat persembunyiannya, Nazaruddin menuduh Anas dan sejumlah kader terlibat politik uang dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 lalu.

Dua pendiri partai ini, Vence Rumangkang dan Achmad Mubarok, mengatakan tentang perlunya pembersihan dalam partai. Akan tetapi, Mubarok yang mengusung Anas menjadi ketua umum partai ini dalam kongres di Bandung menyatakan........(selengkapnya baca Harian Kompas, Sabtu 23 Juli 2011, halaman 2)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau