KOMPAS.com - Di pagar sepanjang jalan tol dalam kota sampai ke Sentul, dikibarkan bendera Partai Demokrat. Di berbagai tempat di wilayah Jakarta dan sekitarnya dipasang foto besar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Anas Urbaningrum (ketua umum), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas, sekretaris jenderal). Di salah satu gambar besar itu antara lain bertuliskan, ”Jangan setetes nila, rusak susu sebelanga”.
Inilah tanda-tanda fisik yang tampil menyambut berlangsungnya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, mulai Sabtu ini sampai Minggu (24/7).
Salah seorang pendiri Partai Demokrat, RMH Heroe Syswanto alias Sys NS, memberi kepanjangan Rakornas Partai Demokrat ini dengan kalimat, ”Rapat Koordinasi tentang Anas”.
”Rakornas yang niatnya sebagai rapat koordinasi nasional, kalau ada susupan agenda khusus, bisa berubah menjadi rapat koordinasi tentang Anas sehingga akan menimbulkan beredarnya uang panas yang membuat orang menjadi ganas,” ujar Sys kemarin.
Rakornas yang akan dihadiri sekitar 5000 orang kader Partai Demokrat ini menjadi perhatian media massa dan banyak orang karena berlangsung seiring dengan kasus suap wisma atlet SEA Games di Palembang yang diduga melibatkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
Dari tempat persembunyiannya, Nazaruddin menuduh Anas dan sejumlah kader terlibat politik uang dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 lalu.
Dua pendiri partai ini, Vence Rumangkang dan Achmad Mubarok, mengatakan tentang perlunya pembersihan dalam partai. Akan tetapi, Mubarok yang mengusung Anas menjadi ketua umum partai ini dalam kongres di Bandung menyatakan........(selengkapnya baca Harian Kompas, Sabtu 23 Juli 2011, halaman 2)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang