Imunisasi, Banyak Aral di Lapangan

Kompas.com - 23/07/2011, 07:20 WIB

Jakarta, Kompas - Vaksin halal karena tidak mengandung enzim babi sebagaimana diisukan. Vaksin juga tidak menurunkan kecerdasan karena mutunya diawasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Hal itu mengemuka dalam diskusi tentang imunisasi di Kementerian Kesehatan, Jumat (22/7) di Jakarta. Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Mursyidah Thahir mengatakan, polemik halal haram mereda setelah banyak pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia, meyakinkan masyarakat bahwa vaksin tidak mengandung babi, dan merupakan imunisasi penting bagi kesehatan anak.

Namun, kini, sebagian kader Muslimat NU yang menjadi mitra tenaga kesehatan di lapangan menghadapi isu bahwa vaksin dapat menurunkan kecerdasan.

Soedjatmiko, dokter spesialis anak yang juga Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, menambahkan, program imunisasi menghadapi hambatan karena setiap saat muncul ibu-ibu baru dengan pola pikir dan latar belakang beragam. Karena itu, kampanye perlu terus dilaksanakan.

Soedjatmiko meyakinkan, tidak satu pun negara di dunia yang tidak melaksanakan program vaksinasi. Para pakar dan pemerintah sepakat bahwa vaksin bermanfaat dan penting untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan akibat penyakit berbahaya.

”Vaksin yang digunakan diproduksi oleh PT Bio Farma dan diawasi Organisasi Kesehatan Dunia. Vaksin produksi PT Bio Farma bahkan digunakan oleh Unicef untuk lebih dari 120 negara di dunia,” ujarnya.

Menurut Direktur Surveilan Imunisasi Karantina dan Kesehatan Mata Kementerian Kesehatan Andi Muhadir, dengan menggandeng seluruh pihak terkait, cakupan imunisasi diharapkan meningkat. Menurut dia, cakupan imunisasi untuk bayi berusia 0-11 bulan mencapai lebih dari 90 persen dari 4,6 juta bayi.

Pada 4 Oktober-4 November, pihaknya akan menggelar kampanye imunisasi campak dan polio di 17 provinsi. (mkn)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau