Mengapa Ibu Hamil Dilarang Merokok?

Kompas.com - 23/07/2011, 15:25 WIB

KOMPAS.com — Rokok merupakan salah satu ancaman bagi janin di dalam kandungan. Meski demikian, ternyata cukup banyak ibu hamil yang tetap membandel dan tidak mau berhenti merokok. Setidaknya di Amerika ditemukan 12-24 persen ibu hamil tetap merokok.

Dalam studi terbaru yang dilakukan para ilmuwan dari Loma Linda University School of Medicine ditemukan salah satu bahaya rokok bagi janin. Disebutkan bahwa janin yang terpapar nikotin akan menderita tekanan darah tinggi saat ia dewasa. Akibatnya, mereka berisiko menderita serangan jantung di usia muda.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengukur efek nikotin pada janin tikus. Akan tetapi, jika efek yang sama juga terjadi pada manusia, sudah tentu kesehatan jantung bayi yang baru lahir perlu jadi perhatian.

Studi lain yang dilakukan pada manusia menunjukkan, anak yang lahir dari ibu perokok mengalami kerusakan sistem pembuluh darah dalam tumbuhnya.

Karena tidak mungkin mencoba paparan nikotin pada janin, DaLiao Xiao dan timnya melakukan penelitian pada tikus.

Dalam percobaan itu, Xiao memberikan paparan nikotin pada 12 tikus bunting dan placebo pada 13 tikut lainnya. Kemudian tikus-tikus yang lahir dimonitor kesehatannya sampai usia lima bulan untuk mengetahui ada tidaknya tanda kerusakan jantung atau gangguan sirkulasi darah.

Pada bulan kelima, bayi tikus dari kelompok yang diberi nikotin menderita dua gejala klasik peningkatkan risiko penyakit jantung, yakni meningkatnya stres oksidatif dan hipertensi.

Sebenarnya cukup banyak riset-riset yang menunjukkan dampak negatif asap rokok bagi janin, misalnya, mengurangi produksi ASI, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga pertumbuhan bayi yang tidak optimal.

Karena itulah, jangan biarkan janin ikut menjadi perokok pasif. Menciptakan lingkungan yang sehat untuk tumbuh kembang anak harus dimulai sejak ia dalam kandungan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau