Klaim

Bukti Hukum untuk Kelola Laut China Selatan

Kompas.com - 23/07/2011, 19:37 WIB

KOMPAS.com — Konflik besar akan terjadi tatkala selisih paham di kawasan perairan Laut China Selatan mengemuka. Padahal, saat ini, China, Brunei, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan mengklaim menjadi pemilik perairan yang diyakini kaya akan minyak dan gas bumi.

Berangkat dari situlah, Amerika Serikat yang ikut ambil bagian dalam Forum Regional ASEAN di Bali mendesak negara-negara yang tengah mengklaim tersebut untuk mengajukan bukti hukum. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengemukakan hal tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, perang klaim memicu sengketa antara China-Filipina dan juga antara China-Vietnam.

Clinton mengatakan, insiden di Laut China Selatan bisa mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Pasifik. Ia juga menekankan untuk mencari solusi damai atas masalah ini yang menjadi kepentingan nasional AS.

Sejatinya, seruan Clinton adalah pengulangan pernyataan sebelumnya. Kala itu, China marah lantaran menganggap pernyataan itu menyerang China. Beijing menganggap pernyataan Menlu Clinton sebagai bentuk campur tangan. Pemerintah Beijing menegaskan, masalah ini harus diselesaikan sendiri oleh negara-negara yang mengklaim kepemilikan Laut China Selatan.

Dalam pertemuan tahun ini, China mengatakan kepada AS bahwa Washington harus menghormati integritas wilayah China.

Muncul kekhawatiran bila perang klaim wilayah Laut China Selatan tidak dicarikan jalan keluar sesegera mungkin, hal itu bisa memunculkan konflik yang mengancam stabilitas kawasan. Soalnya, sejumlah negara akan saling berhadapan satu sama lain.

Namun, persoalannya adalah siapa yang berhak memiliki perairan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Masing-masing negara mencetak peta versi mereka sendiri sejak beberapa dekade lalu dan sering batas antarnegara saling tumpang-tindih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau