Studi ke belanda

Minat Studi ke Belanda Meningkat

Kompas.com - 23/07/2011, 20:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke Belanda mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meski tak menyebut jumlah pastinya, Sekretaris Satu Pendidikan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Arnold van der Zanden mengungkapkan, ada tren peningkatan yang patut diapresiasi. Hal itu dikatakan Arnold, seusai acara pre-departure briefing calon mahasiswa yang akan segera diberangkatkan ke Belanda, Sabtu (23/7/2011), di Erasmus Huis, Jakarta.

"Setiap tahun ada sekitar 250-300 pelajar Indonesia yang ke belanda untuk sekolah. Sekarang, ada sekitar 1500 mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang belajar di Belanda," ujar Arnold.

Mahasiswa yang melanjutkan studi ke Belanda, lanjutnya, bukan hanya dibiayai oleh beasiswa. Tetapi, mahasiswa yang studi dengan biaya sendiri juga mengalami peningkatan.

"Bukan hanya dari scholarship, tapo dari pembiayaan sendiri juga meningkat. Apakah itu dari keluarga, perusahaan, selalu ada peningkatan setiap tahunnya," kata dia.

Pada tahun 2011 ini, pemerintah Belanda setidaknya mengucurkan dana beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia sebesar 5-6 juta euro atau setara dengan 7-8 juta dollar AS. Meski saat ini Eropa tengah dilanda krisis, Arnold menekankan, pemberian dana beasiswa kepada mahasiswa Indonesia tetap menjadi prioritas.

Sementara itu, Direktur Eropa Barat Kementerian Luar Negeri Dewa Made Juniarta Sastrawan mengapresiasi peningkatan minat studi ke Belanda. Apalagi, sebesar 40 persen dari jumlah mahasiswa Indonesia berangkat dengan pendanaan sendiri. Ia mengharapkan, para mahasiswa yang melanjutkan studi di Belanda bisa memberikan kontribusi positif bagi hubungan kedua negara.

"Selain belajar, gunakan kesempatan untuk mengenal budaya Belanda. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak warga kita yang mengenal Belanda, maka semakin baik hubungan bilateral kita. Keberadaan mahasiswa ini sangat menunjang untuk hubungan kerjasama bilateral lainnya," kata dia.

Arnold juga berharap, kesempatan mengenyam pendidikan di Negara Kincir Angin itu bisa dimanfaatkan para mahasiswa Indonesia untuk mengambil hal-hal positif yang dipelajarinya.

"Apakah itu untuk masa depan negara, perusahaan, atau dimanapun mengabdi. Reputasi pendidikan di Belanda baik. Dibandingkan dengan negara lain, pelajar Indonesia sukses. Sebesar 98 persen pelajar dari Indonesia, selalu menyelesaikan sekolah dan kembali ke Tanah Air. Semoga dapat memberikan kontribusi pada negaranya," kata Arnold.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau