Jejak Kehidupan Amy Winehouse

Kompas.com - 24/07/2011, 02:46 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Penyanyi Inggris, Amy Winehouse, ditemukan tewas di apartemennya di London utara pada Sabtu (23/7/2011). Penyanyi yang terkenal dengan lagu "Rehab" ini meninggal dalam usia 27 tahun.

Berikut beberapa detail tentang hidupnya:

Winehouse lahir pada 14 September 1983 dari keluarga Yahudi yang gemar dengan musik jazz. Bakatnya ditemukan oleh penyanyi Tyler James ketika dia berumur 16 tahun, dan pada 2003 album debut Winehouse berjudul Frank dirilis. Ternyata sambutannya sangat positif sehingga dia kembali membuat album kedua, Back to Black, yang dirilis pada Oktober 2006, dan mencapai tangga nomor satu.

Sayang, Winehouse mulai tersandung heroin dan obat-obatan, yang membuat reputasinya mulai redup. Meskipun single-nya berjudul "Rehab" sangat digilai, tetapi karena kelakuannya tersebut membuat dia mulai ditinggal penggemar.

Hal tersebut bisa dilihat dari reaksi penonton dalam konsernya setelah dia dan suaminya, Blake Fielder-Civil, ditahan pada Oktober 2007—Winehouse dan Blake akhirnya cerai pada 2009—karena tertangkap mengonsumsi marijuana di sebuah hotel di Norwegia. Waktu itu, Winehouse dicemooh sebagai reaksi penolakannya di atas panggung.

Dua bulan setelah ditangkap, Winehouse berpose seksi di sebuah jalan di London untuk kepentingan fotografi. Dia hanya mengenakan jeans dan bra, dan terlihat bingung.

Meskipun mendapat penolakan untuk masuk ke Amerika Serikat, bukan berarti Winehouse tak bisa diakui dunia. Nyatanya, dia berhasil menyabet lima penghargaan Grammy pada Februari 2008, dari enam nominasi yang diraih. Dia juga sempat tiga kali masuk nominasi penghargaan Ivor Novello, termasuk pada Mei 2008.

Untuk urusan kekayaan, nama Winehouse juga tak ketinggalan. Berdasarkan daftar pemusik terkaya yang dikeluarkan Sunday Times, nama Winehouse juga ada, dengan kekayaan yang dimilikinya diperkirakan mencapai 10 juta poundsterling (sekitar Rp 138,908 miliar).

Pada tahun 2010, Winehouse mengaku bersalah di Pengadilan Magistrate Milton Keynes. Winehouse telah menyerang manajer teater Richard Pound setelah mengganggu pertunjukkan "Cinderella" di Milton Keynes Theatre di Inggris tengah pada 19 Desember. Dia ditangkap empat hari kemudian.

Pada Juni 2011, Winehouse membatalkan semua rencana konsernya setelah baru-baru ini dicemooh fans di Serbia karena penampilannya yang dinilai seronok. Berita kurang bagus lainnya adalah dia juga sempat kecanduan obat-obatan lagi sehingga harus masuk klinik rehabilitasi dan baru keluar pada awal bulan lalu untuk bangkit lagi.

Sayang, sebelum bersinar lagi setelah sempat redup akibat kehidupannya yang kontroversial itu, Winehouse justru sudah harus menutup usianya. Belum ada konfirmasi secara pasti apa penyebab kematiannya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau