"Sumur Tanpa Dasar" di Bentara Budaya

Kompas.com - 24/07/2011, 21:42 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com--Black Rose Theater dan Teater Pictorial dari Bandung, menggenapi pementasan kelilingnya di Bentara Budaya Bali (BBB) Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Ketewel, Kabupaten Gianyar, menampilkan lakon "Sumur Tanpa Dasar" karya Arifin C Noer.

Dua kelompok teater terkini itu dijadwalkan tampil di BBB, Minggu (24/7) malam pukul 19.00 Wita, setelah sebelumnya unjuk kebolehan di Gedung Kesenian Tasikmalaya, Taman Budaya Jawa Barat, Taman Budaya Mataram, NTB, dan Sasana Budaya Singaraja, Kabupaten Buleleng.

Semi Ikra Anggara, pimpinan produksi pementasan, dalam penjelasan Minggu pagi menyebutkan, pemanggungan kali ini merupakan upaya generasi baru teater Indonesia dalam menafsir lapisan makna pada teks lakon generasi sebelumnya.

Hal itu sekaligus menawarkan kemungkinan-kemungkinan baru guna mengukuhkan eksistensi masing-masing sesuai dengan kecenderungan dan keyakinan yang dipilih kedua kelompok teater itu.

Panitia selain mementaskan "Sumur Tanpa Dasar", pada pagi harinya juga mengadakan pelatihan atau workshop teater bersama Black Rose Theater dan Teater Pictorial.

Menurut Ikra, penyelenggaraan workshop itu sebagai cerminan upaya generasi teater terkini untuk mengembangkan tradisinya sendiri, mencari bentuk di tengah berbagai kecenderungan teater realis maupun surealis, disamping melakukan kontekstualisasi pada pendalaman isi dan garapan.

"Konsep garapan yang kami buat adalah tiga hal besar mengenai segala sesuatu tentang naskah, tafsir terhadap naskah dan tafsir pertunjukan. Konsep disusun dengan tujuan sebagai pedoman penggarapan, pemetaan gagasan, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban," ujar  Irwan Jamal, sutradara pementasan.

Lakon "Sumur Tanpa Dasar" ditulis Arifin C Noer 48 tahun silam, ketika dia masih berusia 22 tahun. Namun karya itu dianggap tetap relevan bagi kehidupan masa kini.

Naskah yang disusun menjelang tragedi 1965 itu dianggap berhasil memotret sisi manusia modern yang tengah mengalami krisis eksistensi sekaligus kehampaan spiritual.

Tokoh utama, yakni Jumena Martawangsa yang terbelenggu oleh keyakinan pada pikirannya sendiri mengalami kemelut batin berkepanjangan lantaran berbenturan dengan hati nuraninya sendiri.

Sebagaimana karya Arifin lainnya, "Sumur Tanpa Dasar" terbilang puitis, surealis dan simbolis, serta mengeksplorasi masalah psikologis tokoh-tokohnya yang senantiasa ada dalam simpang pilihan.

Black Rose Theater dan Teater Pictorial masing-masing didirikan pada tahun 2008 dan 2009, anggotanya rata-rata masih berusia sekitar 20 tahun.

Mereka berniat melanjutkan lawatan pentas di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Pimpinan produksi pementasan Semi Ikra Anggara, dibantu penata artistik Irwan Jamal, dengan aktor Semi Ikra Anggara, Iqbal Ruswandita, Ayu, Christy, Zainal Arifin, May Ramadhan, Indrawan Setiadi, Sugih, Dedek Komadri, Agung, Anugerah Permana, Suherman, dan Agung Permana Putra.

Penata musik Lawe NH, Dadan Lesmana, dan Isep Sunandar. Sedangkan Manajer panggung Cucu Lesmana.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau