Padang, Kompas
Di nomor 12 pedayung putra, posisi pertama diduduki Kolinlamil Jakarta diikuti Riau di tempat kedua dan Papua Barat di tempat ketiga.
Pada nomor antarbangsa, Indonesia mempecundangi Malaysia. Dominasi Riau itu merupakan penegasan prestasi serupa yang ditorehkan pada lomba yang sama tahun lalu dengan menjuarai lima nomor lomba.
Tahun ini, pada nomor bergengsi 22 pedayung putri dan 22 pedayung putra, Riau menorehkan catatan mengesankan, masing-masing 04:27,68 menit dan 03:57,75, pada lintasan sepanjang 8.000 meter. Di nomor 12 pedayung putri, tim PODSI Riau mencatatkan waktu 05:03,11 untuk panjang lintasan sama.
Kericuhan sempat terjadi dan membuat lomba di nomor 12 pedayung putra sempat ditunda sebelum akhirnya dilombakan. Hal itu menyusul protes dari tim Kolinlamil Jakarta, Papua Barat, dan PODSI Riau terhadap keabsahan tim PODSI Sumbar.
Festival Perahu Naga Internasional yang memasuki tahun penyelenggaraan kesembilan itu, pada tahun ini, relatif berkurang asal negara peserta serta kemeriahannya. Tahun lalu, sejumlah tim dari luar negeri seperti Kamboja dan Hongkong, China, masih ikut serta.
”Tahun ini memang dana penyelenggaraan dikurangi hingga hanya tinggal seperempatnya saja,” kata Syahrastani, ketua panitia.