Ketenagakerjaan

Inilah Lima Tuntutan Awak Kabin Garuda

Kompas.com - 25/07/2011, 10:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia, Senin (25/7/2011), dalam situs resminya menyampaikan lima tuntutan kepada manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tuntutan itu antara lain dipicu oleh adanya perlakuan diskriminatif antara penerbang WNI dan penerbang WNA.

Kelima tuntutan tersebut, menurut Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi), adalah memohon kepada Presiden Republik Indonesia untuk dapat melakukan hal-hal yang dipandang perlu guna menyelesaikan permasalahan di PT Garuda Indonesia  (GI).

Kedua, menuntut manajemen PT GI untuk segera menghentikan peraturan-peraturan sepihak kepada karyawan. Ketiga, menuntut manajemen PT GI untuk segera memberlakukan seluruh materi perundingan perjanjian kerja bersama yang telah disepakati.

Keempat, meminta kepada Menteri BUMN dan atau pemegang saham segera mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa untuk mengganti seluruh jajaran direksi PT GI apabila manajemen tidak memberlakukan seluruh materi perundingan perjanjian kerja bersama yang telah disepakati dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari.

Kelima, meminta kepada pimpinan Komisi Yudisial untuk mengawasi proses perkara No 91/PHI.G-2011/PN.JKT.PST tentang Gugatan Perjanjian Kerja Bersama di Pengadilan Hubungan Industrial sehingga majelis hakim dapat memutuskan perkara seadil-adilnya dan tidak diintervensi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, menurut Ikagi, mereka sangat prihatin terhadap apa yang terjadi di PT GI, khususnya terkait dengan pengelolaan hubungan ketenagakerjaan yang hari demi hari semakin buruk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau