Pulau terluar

Pulau Nipah Kerap Dilanda Badai

Kompas.com - 25/07/2011, 15:23 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Terletak di tengah lautan luas, Pulau Nipah kerap dilanda badai. Tak ada bentang alam maupun vegetasi rapat sebagai pelindung di pulau itu. Akibatnya, setiap kali badai datang, pasukan penjaga perbatasan di Pulau Nipah, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, terpaksa berlindung di dalam barak.

Badai di Pulau Nipah besar sekali. Kalau badai sudah datang, kami tidak bisa ke luar ke mana-mana. Bangunan-bangunan kayu saja, goyang terkena badai, kata Pratu Sutanto, satu di antara 90 prajurit marinir TNI Angkatan Laut yang tengah bertugas di Pulau Nipah, Senin (25/7).

Tak hanya tentara di Pulau Nipah yang tiarap manakala badai datang. Menurut Komandan Peleton Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah, Letnan Satu Marinir Jarot Witono, kapal-kapal tangker dan kargo yang ukurannya sangat besar sekali pun pasti berhenti saat badai datang.

Pulau Nipah adalah satu dari 92 pulau kecil terluar Indonesia. Letaknya di Selat Phillips atau satu jam perjalanan kapal cepat ke arah barat Pulau Batam.

Pulau itu awalnya seluas 3.600 meter persegi. Mulai 2004, pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum mereklamasi, sehingga kini luasnya 43,37 hektar. Kontur daratan pulau itu rata. Jumlah pohon yang ditanam belakangan masih sedikit dan ukurannya masih kecil. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau