BATAM, KOMPAS.com - Terletak di tengah lautan luas, Pulau Nipah kerap dilanda badai. Tak ada bentang alam maupun vegetasi rapat sebagai pelindung di pulau itu. Akibatnya, setiap kali badai datang, pasukan penjaga perbatasan di Pulau Nipah, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, terpaksa berlindung di dalam barak.
Badai di Pulau Nipah besar sekali. Kalau badai sudah datang, kami tidak bisa ke luar ke mana-mana. Bangunan-bangunan kayu saja, goyang terkena badai, kata Pratu Sutanto, satu di antara 90 prajurit marinir TNI Angkatan Laut yang tengah bertugas di Pulau Nipah, Senin (25/7).
Tak hanya tentara di Pulau Nipah yang tiarap manakala badai datang. Menurut Komandan Peleton Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah, Letnan Satu Marinir Jarot Witono, kapal-kapal tangker dan kargo yang ukurannya sangat besar sekali pun pasti berhenti saat badai datang.
Pulau Nipah adalah satu dari 92 pulau kecil terluar Indonesia. Letaknya di Selat Phillips atau satu jam perjalanan kapal cepat ke arah barat Pulau Batam.
Pulau itu awalnya seluas 3.600 meter persegi. Mulai 2004, pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum mereklamasi, sehingga kini luasnya 43,37 hektar. Kontur daratan pulau itu rata. Jumlah pohon yang ditanam belakangan masih sedikit dan ukurannya masih kecil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang