Arumi Digandeng Artis Lain Lagi dari Malaysia

Kompas.com - 26/07/2011, 04:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah oleh orangtuanya dilarang menjalin cinta dengan artis peran asal Malaysia, Miller, model serta pemain film dan sinetron belia Arumi Bachsin kini digandeng oleh Naizle, vokalis dari negeri jiran itu. Namun, jangan salah sangka dulu. Arumi dan Naizle cuma mitra kerja.

"Keterlibatan aku cuma jadi model videoklip 'Kecebong' ('Kece-kece Tukang Bohong'). Sekarang aku ingin bekerja sama dengan siapa pun. Mau dari Hongkong atau mana pun, bukan masalah bagi aku. Yang penting, satu visi sama aku. Aku enggak lihat dari mana," ucap Arumi yang ikut bicara dalam jumpa pers peluncuran "Kecebong", single milik Naizle, di Jakarta, Minggu (24/7/2011).

Kali ini, menurut Arumi, ibunda Arumi, Maria Lilian Pesch, tak melarang anaknya digandeng oleh penyanyi Malaysia yang mencoba peruntungannya di Indonesia tersebut. "Ketemu Naizle itu sama saja ketemu orang baru dan keluarga baru. Dia dari keluarga baik-baik, punya tujuan dan kreativitas. Itu yang aku lihat," kata Arumi.

Sementara itu, bagi Naizle, melibatkan Arumi sebagai model videoklip nyanyian barunya tersebut merupakan sebuah kehormatan. "Ini single ketiga. So, pertama kali saya datang ke sini maunya bekerja sama dengan artis Indonesia. Saya pengin belajar lagi di Indonesia. Banyak pula artis Indonesia yang bagus-bagus. Saya pengin belajar lagi dan nambah ilmu," harap Naizle.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau