Kasus surat palsu mk

Hari Ini Polisi Gelar Rekonstruksi di MK

Kompas.com - 26/07/2011, 09:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Bareksrim Polri, Selasa (26/7/2011), kembali menggelar rekonstruksi kasus dugaan pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilu 2009 di Derah Pemilihan Sulawesi Selatan I.

Kali ini rekonstruksi yang akan dihadiri tersangka kasus tersebut, Masyuri Hasan, akan dilakukan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. "Ya, sesuai jadwal nanti pukul 10.00 WIB akan ada rekonstruksi di MK," ujar Edwin Partogi, kuasa hukum Masyuri Hasan, Selasa (26/7/2011).

Edwin menambahkan, rekonstruksi kali ini dilakukan untuk menggambarkan pembuatan surat palsu MK Nomor 112/PAN.MK/VIII/2009 tertanggal 14 Agustus tersebut. Menurut Edwin, selain kliennya, rekonstruksi itu juga akan diikuti beberapa saksi terkait kasus yang diduga melibatkan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati. Saksi-saksi  tersebut di antaranya panitera pengganti MK, Zaenal Arifin; dan staf panitera MK, Muhammad Fais.

"Tapi untuk detail di ruangan mana saja, saya belum tahu, nanti saja saat proses berlangsung," kata Edwin.

Sebelumnya, Senin (25/7/2011) kemarin, penyidik juga menggelar rekonstruksi tersebut di dua tempat yakni Kantor KPU dan stasiun televisi Jak TV. Menurut kabar, selain menggelar rekonstruksi, penyidik Bareskrim juga akan mengonfrontasi beberapa pihak yang saling bertentangan keterangannya dalam berita acara pemeriksaan.

Hingga saat ini, penyidik baru menetapkan satu tersangka, yaitu Masyhuri Hasan. Mantan staf panitera MK itu disebut salah satu auktor intelektualis karena terbukti telah memalsukan surat MK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau