Dollar Hits Four-Month Yen Low as Obama Warns on Debt

Kompas.com - 26/07/2011, 09:58 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - The dollar hit a fresh four-month low versus the yen in Asia trade Tuesday as a standoff over competing US plans to raise the debt limit intensified, heightening fears of an unprecedented default.

The dollar fell to 77.89 yen at 0158 GMT, its lowest level since March 17, after US President Barack Obama addressed the nation in a prime time TV speech in which he warned that the current debt impasse could have grave consequences.

The euro rose to $1.4434 from $1.4382 in New York Monday. The dollar fell on “disappointing” comments by President Obama, said Hideki Hayashi, global economist at Mizuho Securities.

“The speech falls short of market expectations that the President might show progress on the ongoing standoff,” he told Dow Jones Newswires.

The greenback later saw volatile trade, at one point surging to 78.70 yen before falling back to 78.25 by 0240 GMT. Dealers said the movement was due to large yen selling orders being triggered by a certain price, as opposed to any Japanese market intervention.

The dollar “has been weighed by uncertainty over the US debt ceiling talks and concern over a possible credit downgrading,” said Gen Kawabe, dealer at Chuo Mitsui Trust and Banking. Congressional Democrats and Republicans have made no substantial progress towards a unified plan to cut the deficit and raise the debt ceiling by a August 2 deadline.

The continued impasse has raised worries about a possible default, leaving investors uncertain whether the nation can keep its triple-A credit rating. President Obama warned that the Republicans’ unyielding approach to the US debt crisis was a “dangerous game” and urged Americans to press for compromise.

With a potential US default looming, Obama appealed to Americans to “make your voice heard”. The yen rose nearer to levels not seen since it reached a postwar dollar high following the March 11 earthquake and tsunami, which prompted Japan and its G7 partners to launch a coordinated intervention that month.

Japanese exporters have called for government efforts to halt the yen’s advance, but Japanese Finance Minister Yoshihiko Noda on Tuesday stopped short of hinting at an imminent currency market intervention.

“The (yen’s) movement has been one-sided largely because of overseas factors. I will continue to closely watch developments in the market today,” Noda said.

In Tokyo the Nikkei 225 index came off earlier gains to end the morning session flat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau