Yoga untuk Anak, Amankah?

Kompas.com - 26/07/2011, 14:54 WIB

KOMPAS.com — Tak dimungkiri manfaat latihan yoga untuk kelenturan, kekuatan, dan menenangkan diri. Karena itu, kini yoga semakin digandrungi. Bukan hanya oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak, bahkan bayi. Benarkah anak-anak juga memperoleh manfaat dari yoga?

Penelitian akan manfaat yoga pada anak sampai sekarang memang masih terbatas. Beberapa mengklaim yoga akan membuat anak lebih tenang, menurunkan risiko obesitas, meningkatkan konsentrasi dan membantu mengatasi masalah kesehatan ringan seperti nyeri kepala atau gangguan pencernaan.

Ada juga penelitian yang menyatakan yoga sangat bermanfaat untuk anak-anak yang menderita gangguan fisik dan mental. Yoga juga disebut-sebut membantu mengatasi kesulitan makan.

Pada dasarnya yoga untuk anak-anak merupakan metode yang ramah agar anak lebih aktif secara fisik dan membuat anak mendapatkan ketenangan dan rasa nyaman melalui gerakan.

Berbeda dengan orang dewasa, kelas yoga pada anak tidak berfokus pada gerakan yang sempurna. Malah, sering kali yang ditekankan adalah inti dari yoga, yakni rasa empati dan hubungan antara napas dan pose-pose yoga.

Ada berbagai macam jenis yoga, tetapi ada dua jenis yang direkomendasikan untuk anak, yakni ashtanga dan bikram.

Yoga ashtanga disebut juga dengan power yoga, yang lebih fokus pada kekuatan dan latihan fleksibilitas serta gerakan yang cepat. Untuk melakukan latihan yoga ini diperlukan kondisi fisik yang baik. Sementara bikram sering disebut hot yoga karena dilakukan dalam ruangan bersuhu 38-43 derajat celsius.

Secara garis besar, yoga pada anak akan melibatkan gerakan-gerakan.

- Pemanasan.

Anak akan diminta untuk membuka alas kakinya dan duduk di lantai dengan posisi bersila. Instruktur akan meminta anak tenang dengan cara memejamkan mata serta membayangkan masalah menghilang.

- Pernapasan.

Anak akan diminta berkonsentrasi pada napas yang masuk dan keluar melalui hidung. Dalam satu teknik, anak akan dibimbing untuk membayangkan mengisi perut mereka dengan udara seperti balon kemudian perlahan melepaskannya.

- Postur.

Gerakan yang lembut, seperti peregangan akan membantu anak lebih siap melakukan pose yoga yang melibatkan posisi berdiri, duduk, keseimbangan atau gerakan memutar. Terkadang dipakai gambar tanaman, hewan, atau obyek lain.

- Rileksasi.

Setelah melakukan beberapa gerakan, anak akan diminta berbaring telentang di lantai dan menutup mata. Instruktur akan mengulang suara atau kalimat untuk membantu anak berkonsentrasi. Anak juga akan diminta membayangkan apa yang diucapkan, misalnya mengambang di udara atau berbaring di awan.

- Kesadaran kembali.

Setelah kelas berakhir, anak boleh membuka mata kembali dan melakukan peregangan sebelum bangkit berdiri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau