Satria Muda-BRI Perpanjang Kontrak hingga 2013

Kompas.com - 26/07/2011, 16:53 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Klub basket terkuat di Indonesia, Satria Muda BritAma, memperpanjang kontrak kerjasama dengan Bank BRI hingga tahun 2013. Kesepakatan baru itu dilakukan di Hotel Sultan, Selasa (26/7/11).

Satria Muda (SM) kembali dipercaya dan didukung oleh BRI yang sudah menjadi sponsor utama sejak delapan tahun yang lalu. Tentunya, hal ini bisa terwujud karena klub tersebut sudah menjadi langganan juara.

Ketika pertama kali disponsori BRI, SM menjadi juara nasional pada tahun 2004. Lalu, kemenangan empat musim (2006-2009) berturut-turut merupakan bentuk ketangguhan SM. Saat itu, kejuaraan basket di Indonesia masih bernama Indonesia Basketball League. Pun ketika kejuaraan basket Indonesia berganti nama menjadi National Basketball League (NBL) pada musim 2009/2010, sM menjadi juara setelah mengalahkan CLS Knight.

"Kami mengucapkan terima kasih karena sudah diberi kepercayaan lagi selama dua tahun untuk bekerja sama dengan Bank BRI," tutur Martin Hartono, Presiden Klub Satria Muda.

Kontrak kerja ini merupakan contoh simbiosis mutualisme, di mana kedua pihak saling menguntungkan. Hal senada juga diucapkan oleh Firman Taufik, perwakilan dari Bank BRI yang hadir dalam acara konferensi pers itu.

"Banyaknya juara yang sudah dicapai selama delapan tahun disponsori BRI membuat kami bangga bekerjasama dengan SM," ucap Taufik sambil tersenyum.

BRI merangkul SM dengan perencanaan yang matang. Banyak riset telah dilakukan yang hasilnya menyatakan bahwa olahraga basket merupakan olahraga populer kedua bagi kalangan remaja dan termasuk olahraga yang paling sering ditonton remaja. BRI punya misi untuk mengenalkan basket dan menabung kepada semua remaja Indonesia.

"Ingat basket, ingat menabung di BRI," tutur Taufik yang menambahkan, nasabah BRI sudah mencapai 7 juta nasabah dengan remaja sebagai nasabah terbanyak.

Pada kesempatan ini, pihak BRI dan klub sangat berharap bahwa SM tidak hanya menjadi juara di Indonesia saja, namun bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

"Slogan SM adalah 'Juara Indonesia, Indonesia Juara', kami berharap hal tersebut dapat diwujudkan. Tidak hanya menjadi juara nasional tapi juga punya prestasi internasional, terutama berjaya di Asia Pasifik," ungkap Taufik.

SM juga mewakili Indonesia di ajang ABL (ASEAN Basketball League). Pada tahun 2008, SM menjadi runner-up. Pada musim ABL lalu, langkah SM tersendat karena masalah regulasi dengan sistem baru yang dipegang pihak NBL. Mereka tidak mengizinkan pemain yang bermain di liga lokal bermain di liga lain. Hal ini membuat kekuatan SM terpecah dan hasil di ABL kurang memuaskan.

Demi mempertahankan gelar juara nasional dan membawa nama Indonesia harum di dunia internasional, Fictor Roring, pelatih utama SM berkata bahwa klub akan mengfokuskan pada regenerasi pemain.

"Kami akan fokus meregenerasi tim, kami akan bentuk pemain-pemain muda SM menjadi bintang basket Indonesia seperti Rony Gunawan, Faisal J Ahmad, atau seperti Youbel Sondakh," kata pria yang sering disapa Coach Ito.

Wacana tersebut bukan bicara belaka, karena coach Ito sudah mengambil langkah. Ia telah mendatangkan Frida Aris Susanto dari Klub Stadium, ditukar dengan Fatah Arifin. Hal tersebut, ia lakukan untuk mengisi kekurangan pemain bigman di SM. Selain mendatangkan bigman, SM juga memiliki pemain muda yang punya potensi menjadi bintang. Beberapa diantaranya adalah Vamiga Michel dan Galank Gunawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau