Pilkada dki jakarta

Peluang Demokrat Diprediksi Turun

Kompas.com - 26/07/2011, 19:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus yang sedang membelit Partai Demokrat diperkirakan dapat berpengaruh besar saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 nanti. Peluang calon dari Partai Demokrat diprediksi turun.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (26/7/2011).

"Dengan banyaknya masalah seperti sekarang, tentu kans Demokrat semakin berkurang. Ditambah lagi ada dua calon yang sepertinya akan diusung oleh Demokrat," tutur Arbi.

Ia mengungkapkan selain Nachrowi Ramli, nama Fauzi Bowo diprediksi akan muncul lagi dalam bursa Pilkada DKI Jakarta melalui Partai Demokrat. Jika dibandingkan, posisi Fauzi Bowo yang lebih tinggi di partai akan lebih memungkinkan untuk maju.

Ketika ditanya mengenai peluang partai lain, Arbi Sanit mengatakan bahwa calon-calon ini hanya memiliki kemampuan menang saja, tetapi tidak kemampuan untuk memerintah dan memperbaiki Jakarta. Siapapun nanti yang terpilih, kondisi Jakarta tidak akan mengalami perubahan yang berarti.

"Jakarta memiliki masalah yang rumit, tetapi yang menangani tidak terlalu canggih," katanya.

Ia pun berpendapat bahwa permasalahan Jakarta juga tidak dapat segera selesai, karena selalu terbentur dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Contohnya, penerapan Electronic Road Pricing (ERP) yang masih terus menunggu Peraturan Pemerintah dari Kementerian Keuangan.

"Sejauh Gubernur Jakarta tidak bisa memperbaiki sistem birokrasi, maka tidak akan ada perubahan. Otonomi yang ada sekarang pun hanyalah otonomi ecek-ecek," kata Arbi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau