JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus yang sedang membelit Partai Demokrat diperkirakan dapat berpengaruh besar saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 nanti. Peluang calon dari Partai Demokrat diprediksi turun.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (26/7/2011).
"Dengan banyaknya masalah seperti sekarang, tentu kans Demokrat semakin berkurang. Ditambah lagi ada dua calon yang sepertinya akan diusung oleh Demokrat," tutur Arbi.
Ia mengungkapkan selain Nachrowi Ramli, nama Fauzi Bowo diprediksi akan muncul lagi dalam bursa Pilkada DKI Jakarta melalui Partai Demokrat. Jika dibandingkan, posisi Fauzi Bowo yang lebih tinggi di partai akan lebih memungkinkan untuk maju.
Ketika ditanya mengenai peluang partai lain, Arbi Sanit mengatakan bahwa calon-calon ini hanya memiliki kemampuan menang saja, tetapi tidak kemampuan untuk memerintah dan memperbaiki Jakarta. Siapapun nanti yang terpilih, kondisi Jakarta tidak akan mengalami perubahan yang berarti.
"Jakarta memiliki masalah yang rumit, tetapi yang menangani tidak terlalu canggih," katanya.
Ia pun berpendapat bahwa permasalahan Jakarta juga tidak dapat segera selesai, karena selalu terbentur dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Contohnya, penerapan Electronic Road Pricing (ERP) yang masih terus menunggu Peraturan Pemerintah dari Kementerian Keuangan.
"Sejauh Gubernur Jakarta tidak bisa memperbaiki sistem birokrasi, maka tidak akan ada perubahan. Otonomi yang ada sekarang pun hanyalah otonomi ecek-ecek," kata Arbi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang