Jika di Habitat Asli Bisa Ditingkatkan, Pemagaran Tidak Urgent

Kompas.com - 27/07/2011, 00:47 WIB

Jika di Habitat Asli Bisa Ditingkatkan, Pemagaran Tidak Urgent

JAKARTA, KOMPAS.com  - Diskusi soal pembangunan Javan Rhino Study and Sanctuary (JRSCA) untuk menyelamatkan Badak Jawa diadakan Selasa (26/7/2011) di FMIPA Universita Indonesia Depok. Salah satu yang hadir dalam diskusi itu adalah Haryo T Wibisono dari HarimauKita, Sumatran Tiger Conservation Forum.

Berkomentar tentang pembangunan JRSCA, Haryo mengatakan, "Sekarang yang menjadi isu kan soal pemagaran. Sejauh pemagaran ini mengakomodasi isu sosial dan ekologi secara umum, sah-sah saja. Sebab, ujung kulon juga rawan bencana tsunami, gempa dan lainnya."

Namun, Haryo mengatakan bahwa sebenarnya ada cara lain untuk mengupayakan penyelamatan Badak Jawa. "Saya tetap concern dengan upaya penyelamatan di habitat aslinya, dalam arti di Semenanjung Ujung Kulon. Saya kira upaya itu bisa ditingkatkan," katanya.

Menurut Haryo, kemungkinan tersebut harus dikaji. "Jika di habitat asli masih bisa ditingkatkan, saya kira opsi pemagaran ini tidak urgent," jelasnya.

Haryo menambahkan, konsep pemagaran yang disertai dengan pembangunan koridor untuk lalu lintas satwa lain justru bisa beresiko. "Koridor ini bisa berfungsi semacam tunnel. Kalau satwa tidak diawasi dengan baik, maka justru akan mempermudah perburuan," ungkap Haryo.

Resiko lain yang disebut ialah terfragmentasinya habitat Taman Nasional Ujung Kulon dan mudahnya perambahan hutan. Di luar soal pembangunan JRSCA, Haryo mengatakan bahwa data tentang Badak Jawa sebaiknya ditinjau kembali. "Data harus dipublikasikan secara hati-hati. Penggunaan camera trapping untuk mendata juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati," ungkap Haryo.

Publikasi terakhir menyebut bahwa rasio jantan betina Badak Jawa adalah 16 : 2, sesuai hasil camera trap, sehingga sangat kritis pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup satwa itu. Namun Haryo mengatakan bahwa ia kurang mempercayai data itu sehingga pendataan ulang perlu dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau