Sikap tni

Pramono: Saya Tak Akan Bawa TNI AD Berpolitik

Kompas.com - 27/07/2011, 03:02 WIB

Jakarta, Kompas - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo menjamin netralitas dirinya dan TNI AD dengan tidak ikut serta dalam dunia politik.

Hal itu disampaikan Pramono di depan lebih dari 40 pimpinan redaksi media massa, baik cetak, televisi, maupun online, dalam acara Coffee Morning yang diadakan di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (26/7). Pramono mengatakan, pertemuan tersebut dalam rangka perkenalannya sebagai KSAD yang baru saja dilantik. ”Saya jamin TNI AD tidak akan dibawa-bawa masuk ke dalam politik,” katanya.

Pramono menyatakan komitmennya sebagai KSAD untuk menciptakan prajurit TNI AD profesional. Ia juga menggariskan kebijakan bahwa pemenuhan alat utama sistem persenjataan di TNI AD akan mengutamakan produksi dalam negeri.

Saat ditanya apakah dirinya tertarik pada bidang politik, Pramono dengan tegas menjawab, sejak masuk Akademi Militer hingga sekarang, dirinya tidak berubah. ”Saya ingin jadi prajurit saja,” ucapnya.

Keinginannya untuk lepas dari dunia politik juga dijelaskannya saat ditanya mengenai masa pensiun nanti. Sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI bahwa usia pensiun perwira tinggi yaitu 58 tahun, Pramono akan pensiun pada 2013. ”Saya mau jadi petani,” katanya.

Dalam acara itu, Pemimpin Umum Harian Pelita A Basori menyambut baik acara itu. Ia berharap, hubungan baik antara TNI AD dan media dilanjutkan dengan banyak mengajak wartawan saat Pramono meninjau kondisi para prajurit TNI AD di berbagai wilayah di Indonesia. Respons positif juga dinyatakan Uni Lubis, Pemimpin Redaksi ANTV. Ia mengatakan, ketika timbul kontroversi media tentang pencalonan Pramono yang merupakan adik Ny Ani Yudhoyono, Uni mengatakan mendukung Pramono karena sudah tahu sepak terjang mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.

Pramono menjelaskan, pihak TNI AD juga berjanji mengedepankan transparansi. Menurut dia, transparansi bukan lagi sesuatu yang bisa ditolak. Namun, tentunya ada beberapa hal yang tidak bisa dibuka demi kepentingan negara. (EDN)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau