Jakarta, Kompas -
Hal itu disampaikan Pramono di depan lebih dari 40 pimpinan redaksi media massa, baik
Pramono menyatakan komitmennya sebagai KSAD untuk menciptakan prajurit TNI AD profesional. Ia juga menggariskan kebijakan bahwa pemenuhan alat utama sistem persenjataan di TNI AD akan mengutamakan produksi dalam negeri.
Saat ditanya apakah dirinya tertarik pada bidang politik, Pramono dengan tegas menjawab, sejak masuk Akademi Militer hingga sekarang, dirinya tidak berubah. ”Saya ingin jadi prajurit saja,” ucapnya.
Keinginannya untuk lepas dari dunia politik juga dijelaskannya saat ditanya mengenai masa pensiun nanti. Sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI bahwa usia pensiun perwira tinggi yaitu 58 tahun, Pramono akan pensiun pada 2013. ”Saya mau jadi petani,” katanya.
Dalam acara itu, Pemimpin Umum Harian Pelita A Basori menyambut baik acara itu. Ia berharap, hubungan baik antara TNI AD dan media dilanjutkan dengan banyak mengajak wartawan saat Pramono meninjau kondisi para prajurit TNI AD di berbagai wilayah di Indonesia. Respons positif juga dinyatakan Uni Lubis, Pemimpin Redaksi ANTV. Ia mengatakan, ketika timbul kontroversi media tentang pencalonan Pramono yang merupakan adik Ny Ani Yudhoyono, Uni mengatakan mendukung Pramono karena sudah tahu sepak terjang mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.
Pramono menjelaskan, pihak TNI AD juga berjanji mengedepankan transparansi. Menurut dia, transparansi bukan lagi sesuatu yang bisa ditolak. Namun, tentunya ada beberapa hal yang tidak bisa dibuka demi kepentingan negara.