Sepeda Diminta Tambah Nomor

Kompas.com - 27/07/2011, 03:31 WIB

Jakarta, Kompas - Panitia Penyelenggara SEA Games XXVI/2011 Indonesia diminta menambah jumlah nomor balap sepeda disiplin trek yang akan digelar di velodrom Rawamangun, Jakarta. Dari semula tujuh nomor, panitia diminta menambah menjadi 12 nomor putra dan putri.

Permintaan itu disampaikan anggota delegasi teknis asal Malaysia, Abu Samah Wahab, seusai meninjau arena lomba sepeda gunung di Sentul dan lokasi lomba sepeda jalan raya di wilayah Bandung, Selasa (26/7). Peninjauan dilakukan sebagai salah satu syarat yang berlaku umum saat akan digelar pentas olahraga internasional.

Selain Abu Samah, sekitar 20 anggota delegasi teknis yang mewakili badan olahraga internasional secara serentak meninjau berbagai arena SEA Games yang berada di Jakarta dan Jawa Barat. Di saat yang sama, 20-an anggota delegasi juga mengunjungi venue Palembang yang akan digunakan dalam SEA Games pada 11-22 November.

Abu Samah yang juga Wakil Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia menjelaskan, Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) mengatur, jumlah nomor yang dipertandingkan di ajang internasional untuk disiplin trek adalah 11 untuk putra dan sembilan untuk putri. Di SEA Games XXVI/2011, Indonesia hanya menggelar tiga nomor putra dan empat putri.

”Kami tidak bisa menyepakati hal itu. Aturannya sudah jelas. Kami meminta induk olahraga balap sepeda Indonesia, PB ISSI, menambahnya menjadi minimal tujuh nomor, baik untuk putra maupun putri,” tuturnya.

Setelah melakukan negosiasi ulang dengan panitia pelaksana pertandingan dan PB ISSI, menurut Abu Samah, terjadi kesepakatan bahwa panitia penyelenggara akan menambah tiga nomor di kategori trek untuk putra dan dua nomor untuk putri. ”Akhirnya menjadi enam nomor untuk masing-masing kategori,” katanya.

Arena dapat digunakan

Dari peninjauan di Jakarta, sejumlah anggota delegasi teknis menilai, arena yang disiapkan layak digunakan untuk SEA Games. Namun, mereka memberi catatan dan masukan kritis.

Abu Samah, misalnya, mengaku puas dengan kondisi persiapan yang dilakukan panitia pelaksana SEA Games (Inasoc). Itu ia sampaikan seusai mengunjungi velodrom Rawamangun yang belum rampung direnovasi dan arena sepeda BMX Ancol yang belum tuntas dibangun.

”Saya harap semua berjalan lancar. Saya puas dengan persiapan panitia. Tetapi, Oktober, saya akan kembali lagi untuk melihat persiapan akhir tiap-tiap venue,” kata Abu Samah lagi.

Penilaian positif juga diberikan anggota delegasi asal Singapura, Nicholas Ee. Meskipun pembangunan venue dayung Situ Cipule yang dia kunjungi belum selesai, Nicholas menilai, kualitas air Cipule yang bersumber dari Sungai Citarum cukup bagus.

”Itu aspek penting bagi keselamatan atlet,” katanya. Dia juga meminta, kedalaman air lintasan yang sekitar 2,35 meter ditambah menjadi 3 meter hingga 3,5 meter.

Pembangunan situ telah menyelesaikan bentuk lintasan memanjang sejauh sekitar 2,3 kilometer. Tanah bantaran juga sudah dikeraskan, tetapi belum dilapisi aspal. Gudang perahu juga baru dalam tahap pengerjaan fondasi dan pemancangan tiang.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Istora Senayan yang bakal jadi arena bulu tangkis, Mimi Irawan yang mewakili Federasi Bulu Tangkis Asia mengatakan, masih perlu banyak perbaikan minor. ”Tembok masih ada bercak cap jari. Keramik lantai masih banyak yang bolong. Lampu masih banyak yang tidak berfungsi,” katanya.

Dia menyayangkan tidak bisa menginspeksi secara menyeluruh karena pada hari itu Istora digunakan sebagai venue konser. Namun, dirinya meminta agar perbaikan diselesaikan sebelum Oktober.

Adapun anggota delegasi cabang wushu, Tan Ching Fung dari Malaysia, menilai, stadion tertutup tenis di kompleks Gelora Bung Karno bagus. Hanya saja, luas areal lapangan yang meski cukup dianggap tak memberi ruang berlebih bagi atlet.(WAD/MHD/HLN/YNS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau