Persiapan arus mudik

Kereta Rel Diesel Listrik Sambut Lebaran

Kompas.com - 27/07/2011, 04:33 WIB

Solo, Kompas - Pemerintah akan menyiapkan lima set kereta rel diesel elektrik (KRDE) dan 11 unit kereta api ekonomi untuk angkutan Lebaran tahun ini. Kereta tersebut akan dioperasikan pada lintasan Tanjung Karang-Kotabumi (Lampung), Surabaya-Lamongan (Jawa Timur), dan Madiun-Solo-Yogyakarta. Kereta terakhir yang dinamakan Madiun Jaya Ekspres telah diresmikan 20 Juni lalu.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tunjung Inderawan, saat peluncuran railbus di Kota Solo, Selasa (26/7). Dua set KRDE lainnya juga akan dioperasikan untuk lintasan Surabaya-Sidoarjo dan Semarang-Tegal. Sementara 11 unit kereta api ekonomi dengan pendingin (AC) akan dioperasikan di lintas selatan.

”Kereta-kereta ini dibuat oleh PT Inka dan sudah selesai, sehingga bisa dioperasikan untuk kebutuhan angkutan Lebaran,” kata Tunjung.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, menghadapi Lebaran, akan dibentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang akan difungsikan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Posko yang akan dibangun di Pulau Jawa ini bermitra dengan kepolisian dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara itu, seluruh tiket kereta api untuk masa arus balik Lebaran dari Purwokerto (Jateng), menuju kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sejak Selasa sudah habis terjual. PT Kereta Api Daerah Operasi V Purwokerto tidak akan menjalankan rangkaian tambahan untuk arus balik akibat keterbatasan unit lokomotif.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional V Purwokerto, Surono, mengatakan, tiket rangkaian utama untuk kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi dari Stasiun Purwokerto untuk keberangkatan 1-3 September sudah terjual habis sejak loket penjualan dibuka Sabtu lalu.

Surono memastikan tidak ada penambahan perjalanan KA. Alasannya, kapasitas rangkaian sudah maksimal karena masing-masing sudah menarik 11 kereta termasuk KA pembangkit dan KA makan. Apalagi, lokomotif terbatas, hanya 21 unit.

Di Madiun, Jatim, Wakil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Darmawan Daud dan Komisaris Utama Iman Haryatna, Selasa, mengatakan, keselamatan penumpang kereta selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2011 menjadi perhatian utama. (SIR/NIK/GRE/EKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau