JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dolo, optimistis Firman Utina dan kawan-kawan bisa memetik kemenangan saat melawan Turkmenistan pada leg kedua Pra-Piala Dunia 2014, Kamis (28/7/2011).
"Timnas Indonesia tentu memliki peluang lebih besar saat bermain di Jakarta. Setelah berhasil menahan imbang 1-1, dukungan suporter sangat menentukan. Saya rasa timnas bisa menang lebih dari 2-0," ujar Benny, Selasa (26/7/2011).
Pelatih yang pernah membesut Persija Jakarta itu berpendapat, timnas harus mampu kembali memeragakan umpan-umpan pendek pada pertandingan nanti. "Pola itu sudah diterapkan sebagian besar pemain di Piala AFF 2010 lalu," kata Bendol, sapaan akrab Benny Dolo.
Meskipun demikian, Benny meminta timnya mewaspadai kekuatan "The Greenman". Apalagi, kondisi lapangan Stadion Gelora Bung Karno yang cukup baik bisa menjadi keuntungan tersendiri untuk tim lawan.
"Selain itu, saya pikir kelemahan tim ada di lini belakang dan harus lebih diperhatikan. Duet Ricardo Salampesy dan M Roby masih sedikit bermasalah. Untuk Ricardo, karena terlalu lama cedera, penampilannya belum berada di top performa. Saya rasa itu harus dicari jalan terbaik," beber Benny.
Pada leg pertama di Stadion Olympic Stadium, Asgabat, Indonesia mampu menahan imbang Turkmenistan 1-1. Indonesia sempat kebobolan terlebih dulu sebelum akhirnya M Ilham menyamakan kedudukan pada menit ke-28. Dengan status sebagai tuan rumah dan hasil imbang di laga tandang, tim "Merah Putih" berpeluang besar melaju ke putaran ketiga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang