Indonesia vs turkmenistan

Bendol: Timnas Menang Lebih Dua Gol

Kompas.com - 27/07/2011, 07:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dolo, optimistis Firman Utina dan kawan-kawan bisa memetik kemenangan saat melawan Turkmenistan pada leg kedua Pra-Piala Dunia 2014, Kamis (28/7/2011).

"Timnas Indonesia tentu memliki peluang lebih besar saat bermain di Jakarta. Setelah berhasil menahan imbang 1-1, dukungan suporter sangat menentukan. Saya rasa timnas bisa menang lebih dari 2-0," ujar Benny, Selasa (26/7/2011).

Pelatih yang pernah membesut Persija Jakarta itu berpendapat, timnas harus mampu kembali memeragakan umpan-umpan pendek pada pertandingan nanti. "Pola itu sudah diterapkan sebagian besar pemain di Piala AFF 2010 lalu," kata Bendol, sapaan akrab Benny Dolo.

Meskipun demikian, Benny meminta timnya mewaspadai kekuatan "The Greenman". Apalagi, kondisi lapangan Stadion Gelora Bung Karno yang cukup baik bisa menjadi keuntungan tersendiri untuk tim lawan.

"Selain itu, saya pikir kelemahan tim ada di lini belakang dan harus lebih diperhatikan. Duet Ricardo Salampesy dan M Roby masih sedikit bermasalah. Untuk Ricardo, karena terlalu lama cedera, penampilannya belum berada di top performa. Saya rasa itu harus dicari jalan terbaik," beber Benny.

Pada leg pertama di Stadion Olympic Stadium, Asgabat, Indonesia mampu menahan imbang Turkmenistan 1-1. Indonesia sempat kebobolan terlebih dulu sebelum akhirnya M Ilham menyamakan kedudukan pada menit ke-28. Dengan status sebagai tuan rumah dan hasil imbang di laga tandang, tim "Merah Putih" berpeluang besar melaju ke putaran ketiga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau