Babel Gelar "Jazz on the Beach"

Kompas.com - 27/07/2011, 09:32 WIB

PANGKALPINANG, KOMPAS.com--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Bangka Belitung (Babel), akan menggelar kegiatan ’Jazz On The Beach’ yang akan dilaksanakan Rabu malam (27/7) di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang.

"Kami mengundang artis-artis Jazz dari Jakarta untuk menyemarakkan sekaligus mempromosikan pariwisata daerah melalui jalur musik Jazz di pantai tersebut," ujar Yan Megawandi Kepala Disbudpar Babel di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, pementasan ’Jazz On The Beach’ akan dimulai pukul 19.30 WIB dengan menampilkan artis jazz dari ibukota seperti Iga Mawarni, Andien, Dwiki Darmawan, Trio Ligro, Ita Purnamasari.

Menurut dia, ’Jazz On The Beach’ tersebut sebagai salah satu sarana promosi kepariwisataan Babel agar lebih dikenal masyarakat nasional dan internasional sehingga kedepannya Babel dapat menjadi tujuan wisata utama.

"Rencananya kami juga akan menampilkan Tompi, namun dia tidak bisa hadir karena jadwalnya berbarengan dengan acara dia di Banda Aceh," katanya.

Ia menambahkan, pagelaran musik jazz tersebut terlaksana atas kerja sama antara Kementerian Pariwisata, Disbudpar Babel dan Pemkot Pangkalpinang yang rencananya akan dimasukkan dalam agenda tahunan Disbudpar.

Untuk mengatasi pendanaan, katanya, kedepannya diharapkan peran swasta untuk turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan yang diagendakan Disbudpar agar lebih semarak dan menarik wisatawan.

"Kami merencanakan untuk tahun depan tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari, namun minimal tiga hari agar semakin banyak wisatawan dari luar daerah yang hadir dan singgah lebih lama di Babel," katanya.

Agar lebih menarik minat wisatawan datang ke Babel, katanya, promosi pariwisata dan berbagai kegiatan yang telah diagendakan akan lebih sering dilakukan melalui media cetak dan elektronik lokal dan nasional.

Ia menjelaskan, untuk mendukung kepariwisataan Babel, peran swasta sangat diharapkan karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mempromosikan daerah untuk lebih dikenal secara nasional dan internasional.

"Untuk saat ini kami harus terus berjuang untuk mempromosikan pariwisata daerah, baik itu melalui pagelaran musik, adat budaya daerah dan kegiatan kesenian lain agar Babel lebih dikenal dunia luar," katanya.

Menurut dia, pagelaran musik akan sering dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah pengunjung di seluruh obyek wisata Bangka Belitung agar dapat meningkatan pendapatan masyarakat terutama para pelaku pariwisata.

"Kami akan terus menggiatkan pagelaran musik seperti ini dan membuka pintu bagi para sponsor membuat event-event serupa sehingga masyarakat semakin terbiasa hidup dengan mengandalkan pariwisata," katanya.

Dengan terbiasa hidup dengan pariwisata, menurut dia, kedepannya masyarakat Babel akan mengandalkan sektor pariwisata sebagai pekerjaan utama dan perlahan-lahan dapat meninggalkan pertambangan yang selama ini menjadi lokomotif ekonomi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau