Djohar: Pemain LPI-ISL Pasti Dilebur

Kompas.com - 27/07/2011, 13:13 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Wacana penggabungan antara klub dan pemain Indonesia Super League (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI) sudah menemukan titik terang. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin tetap bertekad menggabungkan keduanya.

"ISL dan LPI sudah disepakati untuk digabung. LPI adalah bagian dari PSSI. LPI tidak berada di luar PSSI, makanya disepakati untuk dilebur. Hal itu sudah ada kesepakatan antara pihak LPI dan Komite Normalisasi, sudah direkomendasi," tegas Djohar kepada Kompas.com saat ditemui di pendapa Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (27/7/2011).

Djohar mengatakan, PSSI dan pihak-pihak terkait masih membicarakan model kompetisi yang cocok untuk mewadahi gabungan kedua kompetisi tersebut. Ia menyatakan, saat ini sudah ada beberapa alternatif peleburan tersebut.

"Saat ini tinggal melakukan pertemuan dengan semua pemilik klub dan manajer klub yang ada, baik dari ISL dan LPI. Paling lambat awal Agustus nanti sudah ada kepastian soal keputusan model kompetisi itu," kata Djohar.

PSSI dalam waktu dekat segera berkoordinasi dengan FIFA dan AFF untuk mematangkan persiapan kompetisi tersebut. "Tinggal mengomunikasikannya. Awal Agustus sudah ada keputusan model kompetisi," katanya.

Ditanya soal legalitas LPI dan para pemain yang terlibat di dalamnya, Djohar menegaskan, LPI jelas berada di bawah naungan PSSI. Para pemain tersebut juga berhak mendapat kesempatan membela tim nasional.

"Siapa pun, bahkan pemain yang tak ada di klub, berhak membela Merah Putih. Karena ini sudah bicara berjuang demi mengharumkan nama bangsa," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau