Filipina Dilanda Topan, 14 Tewas

Kompas.com - 27/07/2011, 15:57 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Jutaan orang di Filipina, Rabu (27/7/2011), dikepung badai tropis ganas yang diklaim sudah menewaskan 14 orang dan merendam banyak lahan di daerah terpencil negara itu.

Badai Nock-ten diperkirakan menghantam bagian tengah Pulau Luzon yang berpenduduk padat pada pukul 13.00 waktu setempat (12.00 WIB), lalu mencurahkan hujan deras di sana sekitar sehari sebelum bertiup menuju Laut China Selatan, kata badan cuaca Filipina. Badai itu menghantam provinsi pesisir Albay dan Camarines Sur di Luzon selatan, Selasa, yang memaksa 645.000 orang meninggalkan rumah mereka yang kebanjiran, kata Ketua Dewan Manajemen dan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional Benito Ramos kepada AFP. "Kedua provinsi itu terendam air," katanya.

Pemerintah sedang menunggu langit cerah dan laut tenang sebelum mengirim pasukan bantuan darurat melalui udara dan air ke provinsi-provinsi tersebut, kata Ramos. "Kami tidak dapat menggunakan truk tentara karena jalanan banjir," katanya.

Dewan Penanggulangan Bencana itu mengatakan puluhan penerbangan dibatalkan karena badai itu. Ramos mengatakan, 14 orang telah dipastikan tewas sejauh ini. Sebagian besar kematian terjadi di daerah pesisir. Lebih dari delapan juta orang tinggal di dataran Luzon tengah, di mana  badai Nock-ten diperkirakan melanda pada Rabu ini.

Manila, ibu kota Filipina yang berpenduduk 12 juta jiwa, terletak sekitar 100 kilometer di sebelah selatan jalur lintasan Nock-ten. Sekolah-sekolah ditutup di seluruh kota itu Rabu ini karena dipersiapkan untuk menghadapi  hujan lebat.

Sekitar 20 badai dan topan, beberapa diantaranya mematikan, menghantam Filipina setiap tahun. Badai-badai itu  menewaskan 48 orang di Luzon pada Mei dan Juni lalu. Hujan deras juga menewaskan 42 orang bulan lalu di selatan negara itu, di daerah yang memang biasa dilanda topan dan badai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau