Peringatan 27 juli 1996

Massa Bakar Poster Raksasa Tolak SBY

Kompas.com - 27/07/2011, 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan massa yang menamakan diri Koalisi Tolak Rezim SBY-Boediono membakar sebuah poster berukuran besar bergambar Susilo Bambang Yudhoyono saat masih aktif sebagai perwira TNI.

Poster raksasa itu menampilkan SBY berpakaian loreng dan baret merah dengan empat bintang di bagian depannya. Spanduk tersebut sebelumnya terlihat diarak dari arah kolong jalan layang KRL Cikini menuju ke lokasi Mimbar Bebas peringatan Peristiwa 27 Juli di Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat.

Ukuran besar spanduk menyebabkan seluruh ruas jalan Diponegoro ke jurusan Menteng tertutup. Petugas polisi sempat menutup sementara lalu lintas dan mengalihkan kendaraan ke arah Stasiun Cikini.

"Kami minta maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan karena macet. Tapi, kemacetan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kemacetan ekonomi dan politik yang disebabkan rezim SBY-Boediono," kata pemimpin aksi setelah sampai di depan kantor DPP PPP yang bersisian dengan bekas kantor PDI, tempat mimbar bebas berlangsung.

Dia kemudian membakar poster yang juga menampilkan foto Peristiwa 27 Juli 1996. "Ini adalah foto kejadian 27 Juli hasil jepretan jurnalis Jepang. Dia meletakkan kameranya di atas tembok (Kantor PDI) itu," ujarnya.

Tindakan pembakaran poster SBY, menurut dia, merupakan simbol kehancuran rezim SBY-Boediono yang dianggap tidak peduli atas korban-korban tragedi 15 tahun lalu.

Aksi itu tampak dibiarkan oleh aparat Polri yang berada di dekat lokasi kejadian.

Setelah aksi tersebut, polisi kembali mengarahkan kendaraan untuk melintasi area mimbar bebas. Hingga sore ini, kegiatan yang menurut rencana akan menghadirkan sejumlah tokoh kritis untuk berorasi belum sampai pada tahap mengganggu arus lalu lintas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau