Kriminalitas

Perampok Berpistol di Pondok Hijau

Kompas.com - 27/07/2011, 17:43 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Komplotan perampok berpistol beraksi di Perumahan Pondok Hijau, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (27/7/2011) siang.

Seorang warga bernama Aan Hasanah (70) menjadi korban perampokan. Perampok melukai kepala nenek itu hingga berdarah dan merampas gelang serta cincinnya.

Keterangan Adelina (20), pembantu rumah, perampokan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Waktu itu, di rumah dalam wilayah RT 002 RW 016 itu ada tiga orang yakni Adelina, Aan Hasanah dan cucu bernama Dyah Ayu Damarkencana (5).

Siang itu, Adelina sedang berada di dapur. Dari jendela dapur, gadis ini melihat ada satu sepeda motor yang dinaiki dua orang masuk garasi persis di depan dapur. Garasi itu belum dipasangi pintu atau gerbang.

Karena takut, Adelina tidak keluar dari dapur. Namun, tidak lama kemudian, sepeda motor itu pergi. Sayangnya, Adelina lengah sehingga tidak bisa memastikan apakah sepeda motor yang pergi itu dinaiki oleh dua orang.

"Saya kira aman makanya saya keluar tetapi saat keluar kepala saya ditodong pistol," kata Adelina. Si perampok mengancam akan membunuh Adelina apabila berteriak bahkan sekadar melihat.

Karena amat takut, Adelina hanya tertunduk dan menurut saat dipaksa masuk ke dapur oleh perampok. Adelina tidak sempat mengenali ciri-ciri perampok yang berhelm. Saat itulah tampaknya perampok yang sempat pergi dengan sepeda motor kembali dan ikut masuk rumah.

Adelina mengatakan, perampok menemukan Aan dan memaksa keduanya menunjukkan tempat harta benda. "Mbah Aan sempat bilang kalau harta benda ada di ruang atas tetapi saya enggak tahu apakah perampok naik atau tidak," kata Adelina.

Kemudian yang Adelina ketahui, Aan sudah terluka dengan kepala mengucurkan darah. Perampok memaksa Aan melepaskan gelang dan cincin kemudian melesat kabur.

Perampokan itu kemudian dikabarkan kepada para tetangga yang siang itu berada di dalam rumah. Oleh warga, Aan dibawa untuk dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur dan melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau