Dipercepat, Polri Melayani Anas

Kompas.com - 27/07/2011, 18:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bareskrim Polri kembali mengabulkan permintaan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait laporan Anas. Setelah mengabulkan pemeriksaan dilakukan di Blitar, Jawa Timur, Polri mengabulkan pemeriksaan dipercepat.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam mengatakan, Anas sudah diperiksa sebagai saksi pelapor di Polres Blitar kemarin mulai pukul 16.00 sampai 17.00. Sebelumnya, penyidik menjadwalkan memeriksa Anas hari ini.

"Rencana kan Rabu (diperiksa), ya. Karena Pak Anas berada di Blitar, jadi dilakukan sore itu. Mungkin permintaan Pak Anas karena waktunya enggak ada," kata Anton di Mabes Polri, Rabu (27/7/2011).

Ketika ditanya alasan pemeriksaan dipercepat, Anton menolak jika pihaknya dinilai memberikan perlakuan khusus kepada Anas. "Ya, orangnya di Blitar, kami periksa di Blitar. Siapa pun yang menjadi korban tindak pidana, melapor di mana pun boleh, diperiksa di mana pun boleh," katanya.

Anton mengatakan, langkah penyidik selanjutnya melakukan penyitaan barang bukti. Penyidik Direktorat I Pidana Umum tengah menginvertarisasi barang bukti, di antaranya pesan singkat melalui Blackberry Massager dari Nazaruddin yang dinilai telah menghina dan mencermakan nama baik.

Seperti diberitakan, Anas membuat laporan di Bareskrim Polri di Jakarta pada Selasa (5/7/2011). Anas tak terima atas segala tuduhan Nazaruddin melalui Blackberry Messenger kepada wartawan. Belakangan, Nazaruddin melontarkan tuduhan dalam wawancara langsung di stasiun televisi via Skype.

Nazaruddin menyebut Anas menerima suap terkait proyek wisma atlet Sea Games di Palembang. Selain itu, kata Nazaruddin, Anas juga mengambil jatah uang Rp 7 miliar yang untuk media massa.

Tudingan lain yakni adanya politik uang dalam memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Nazaruddin menyebut Anas menghabiskan uang hingga 20 juta dollar AS, yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Anas sudah membantah semua tudingan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau