Wisata religi

Kelenteng Sam Poo Kong Setara Borobudur

Kompas.com - 27/07/2011, 22:40 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Kelenteng Sam Poo Kong saat ini sebagai tempat tujuan wisata religi telah setara dengan Candi Borobudur yang ada di Kabupaten Magelang. "Jika di tempat lain masih mendapat kunjungan dari wisatawan lokal, pengunjung Kelenteng Sam Poo Kong dikunjungi turis mancanegara setara dengan Borobudur," kata Ketua Panitia Penataan Kelenteng Sam Poo Kong, Tutuk Kurniawan, di Semarang, Rabu (27/7/2011).

Tutuk mengatakan, untuk menjadikan Kelenteng Sam Poo Kong sebagai salah satu tempat tujuan utama wisata di tingkat Jateng selain Candi Borobudur, yakni dengan mengganti patung Laksamana Cheng Ho dari yang sebelumnya 1,8 meter menjadi 12,7 meter (patung 10,7 meter ditambah tempat patung 2 meter).

Patung Laksamana Cheng Ho tersebut merupakan patung terbesar di dunia dan baru akan diresmikan pada Jumat (29/7/2011) malam. "Pada acara peresmian itu kami memperkirakan akan ada 10.000 pengunjung yang datang. Sehari sebelum peresmian akan ada pagelaran wayang kulit dan sehari setelah peresmian bertepatan dengan peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho," katanya.

Peresmian patung Laksamana Cheng Ho dimulai pukul 19.30 WIB diawali dengan penyalaan lilin oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo pada pukul 19.00 WIB.

Tutuk menjelaskan bahwa peresmian patung Laksamana Cheng Ho akan sangat meriah hingga pagi hari karena akan ada parade seni dari daerah dan negara tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho dan pesta kembang api.

Sementara pada peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho yang lebih dikenal dengan Sam Poo Besar tersebut, akan ada arak-arakan membawa patung Sam Poo Tay Jin dari Kelenteng Tay Kak Sie ke Kelenteng Sam Poo Kong pukul 05.00 WIB.

Tutuk menambahkan bahwa selama dua hari, tanggal 29 dan 30 Juli 2011, pengunjung gratis masuk Kelenteng Sam Poo Kong. "Jika biasanya pengunjung datang ke Kelenteng Sam Poo Kong membayar Rp 3.000 untuk domestik dan Rp 30.000 untuk turis mancanegara, khusus pada 28 Juli 2011 pukul 00.00 WIB sampai pada 30 Juli 2011 pukul 00.00 WIB, pengunjung tidak membayar," papar Tutuk.

Ia memperkirakan jumlah pengunjung ke Kelenteng Sam Poo Kong akan meningkat sekitar 50 persen setelah acara peresmian patung Laksamana Sam Poo Kong pada Jumat (29/7/2011) malam. "Jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk penataan Kelenteng Sam Poo Kong sudah menghabiskan sekitar Rp 2,5 miliar," kata Tutuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau