Toyota 40 Tahun di Indonesia

Kompas.com - 28/07/2011, 04:16 WIB

Dalam Indonesia International Motor Show 2011, Toyota memajang displai iklan dan buklet Toyota yang menggambarkan perjalanan Toyota selama 40 tahun di Indonesia. Bukan itu saja, dalam IIMS 2011 ini, PT Toyota Astra Motor memilih 40 tulisan terbaik tentang Toyota dari tahun-tahun berbeda dalam rentang 40 tahun kehadiran Toyota di Indonesia.

Toyota secara resmi hadir di Indonesia dengan berdirinya PT Toyota Astra Motor. PT Toyota Astra Motor berdiri pada tahun 1971 dan tahun itulah yang dianggap sebagai awal kehadiran Toyota secara resmi di Indonesia. Namun, sesungguhnya Toyota sudah hadir di Indonesia jauh sebelum itu mengingat Toyota adalah merek mobil Jepang pertama yang hadir di Indonesia.

Kapan persisnya mobil Jepang pertama kali memasuki Indonesia? Jika ditanyakan kepada orang yang berusia mendekati 50 tahun atau lebih, kemungkinan besar ia akan menjawab sekitar tahun 1965.

Dan, ia akan mengatakan, jip Toyota canvas merupakan mobil Jepang pertama yang masuk ke Indonesia. Pengetahuan itu didapat karena orangtuanya memiliki mobil tersebut pada tahun 1965.

Ternyata jip Toyota canvas pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1961. Kepala Biro Perlengkapan dan Pembelian Departemen Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa (1961-1964) Jong Soemadijo, 27 April lalu, mengungkapkan, pada tahun 1961, ia ditugasi oleh Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa Achmadi untuk membeli 100 jip Toyota canvas guna dibagikan kepada instansi koperasi di seluruh Indonesia pada saat penyelenggaraan Musyawarah Nasional Koperasi di Surabaya.

Untuk memasukkan jip Toyota canvas itu dari Jepang, Departemen Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa menunjuk PT GICA Ltd yang berkantor di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

Jadi, sesungguhnya mobil Toyota sudah hadir di Indonesia sekitar 50 tahun lalu atau 10 tahun sebelum PT Toyota Astra Motor didirikan.

Mobil Jepang kedua adalah Daihatsu Midget , yang di sini populer dengan nama bemo. Bemo dimasukkan dan dirakit oleh PT Pabrik Diesel dan Traktor (PT Paditraktor) milik Tayeb Mohammad Gobel yang berlokasi di Tjawang, Juli 1962. (JL)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau