Pilot mogok kerja

Penerbangan Garuda Normal

Kompas.com - 28/07/2011, 06:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi mogok kerja yang dilakukan Asosiasi Pilot Garuda (APG) sejak 28 Juli pukul 00.00 WIB tidak memengaruhi jadwal penerbangan maskapai Garuda.

Hal ini disampaikan Direktur Operasional Garuda Indonesia Ari Sapari. "Penerbangan berjalan lancar. Tidak ada yang dibatalkan karena sudah menjadi komitmen kami mengutamakan masyarakat," ujarnya saat ditemui di kantor Garuda Indonesia, Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (28/7/2011).

Ari juga mempersilakan aksi mogok kerja yang dilakukan para pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) selama tidak melakukan intimidasi dan menganggu proses persiapan penerbangan "Jangan mengintimidasi pilot yang lain, penumpang bisa telantar. Kalau itu terjadi, berarti sudah tidak sesuai komitmen," ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Ari mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa pihak APG mengajak pilot Garuda di daerah untuk mengikuti hal serupa. Imbauan ini, dikatakan Ari, agar penerbangan di luar Jakarta tidak dilakukan. "Misalnya flight dari Jakarta ke Semarang, setelah itu diimbau tidak balik lagi," ucapnya.

Sementara itu, Wakil APG Capt Edward Mahar membantah bahwa pihaknya telah melakukan intimidasi ke pilot-pilot lain yang berada di daerah. "Saya rasa tidak ada. Yang ada hanya ajakan moral," sanggahnya.

Berdasarkan pantauan Kompas, pada Kamis (28/7/2011) pukul 05.45, tampak aktivitas di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta terlihat normal. Penumpang Garuda Indonesia dengan tertib memasuki pintu (gate), demikian pula tak tampak ada keterlambatan di papan pengumuman penerbangan.

Para penumpang pesawat Garuda GA 400 Jakarta-Denpasar yang dijadwalkan berangkat pukul 06.15 sudah naik pesawat; penumpang GA 550 tujuan Palangkaraya pukul 06.20 sudah naik pesawat; juga penumpang GA 160 tujuan Padang pukul 06.25 yang telah menaiki pesawat.

Beberapa pramugari pun terlihat bergegas memasuki terminal setelah turun mobil, dan langsung diprioritaskan memasuki terminal oleh para petugas keamanan. Loket-loket penjualan tiket Garuda di Terminal 2 juga tampak dibuka seperti biasanya.

Begitu pula restoran-restoran di Terminal 2, tempat-tempat tersebut menjajakan makanan seperti biasa. ATM pun tetap melayani calon penumpang yang hendak bertransaksi. Sama sekali tidak terlihat dampak dari ancaman mogok terbang dari para pilot Garuda yang tergabung di dalam APG. Tidak terlihat adanya aksi, demikian pula dengan tidak adanya pengamanan berlebihan.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, aksi mogok kerja dilakukan 50 pilot dari APG dilakukan dengan duduk-duduk sambil berbincang-bincang ringan di depan gedung Pilot House yang berada di kawasan kantor Garuda Operation Center.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau