Surat palsu mk

Tak Semua Hal Diingat Andi Nurpati

Kompas.com - 28/07/2011, 11:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati menilai wajar adanya perbedaan keterangan antara dirinya dan pihak lain terkait kronologi surat menyurat saat Pemilu 2009. Pasalnya, menurut Andi, peristiwa itu terjadi dua tahun lalu.

"Keterangan berbeda karena itu sudah lama, dua tahun lalu. Kalau ditanya teknis atau hal detail, kami enggak ingat semua," kata Andi saat datang ke Bareskrim Polri, Kamis (28/7/2011).

Ia datang untuk memenuhi panggilan agenda konfrontasi terkait penanganan kasus pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi dalam sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan I.

Dalam undangan dari penyidik, Andi akan dikonfrontasi dengan tersangka Masyhuri Hasan (mantan juru panggil MK), Hary Almavintomo alias Aryo (mantan sopir Andi), dan beberapa staf KPU. Konfrontasi dilakukan lantaran ada perbedaan keterangan antara Andi dan sejumlah saksi lainnya.

Andi terlihat datang membawa berbagai dokumen terkait pekerjaannya sewaktu di KPU. "Dokumen-dokumen yang berhubungan dengan surat yang masuk ke KPU, surat yang diperoleh sopir saya," kata pengurus Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, dalam Panja Mafia Hukum di DPR terungkap beberapa perbedaan keterangan antara Andi dan pihak lain. Misalnya, ia mengaku tak pernah memerintahkan Aryo untuk mengirimkan surat keputusan MK kepada stafnya, Matnur. Sebaliknya, menurut Aryo, Andi memerintahkannya mengantarkan surat MK ke Matnur.

Sesuai agenda Polri, Andi akan kembali dikonfrontasi dengan empat staf MK besok. Setelah konfrontasi dan rekonstruksi selesai, menurut Polri, akan ada tersangka baru. Saat ini, hanya Hasan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau