Aksi mogok pilot garuda

Dua Penerbangan dari Palembang Batal

Kompas.com - 28/07/2011, 12:29 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Akibat pemogokan pilot dan kru Garuda, hingga siang ini dua penerbangan Garuda dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, menuju Jakarta dibatalkan. Dua penerbangan tersebut adalah GA 111 dan GA 117. Sementara itu, penerbangan GA 112 dan GA 115 tertunda selama satu jam.

Sejauh ini belum terlihat penumpukan penumpang di bandara internasional itu. Terlihat penjagaan diperketat karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mendarat di Palembang, siang ini.

General Manager Angkasa Pura II Palembang, Sumatera Selatan, Yon Sugiono mengatakan, sejauh ini kondisi terminal terkendali. "Sebagian penumpang dialihkan ke penerbangan kedua, sebagian cancel penerbangan, sebagian lagi pindah ke maskapai lain," katanya, Kamis (28/7/2011).

Adapun jumlah penumpang dua pesawat yang batal terbang sekitar 200-300 orang. Pukul 10.20, pilot dan kru kabin pesawat dievakuasi dari terminal ke hotel. "Evakuasi untuk menghindari efek negatif, seperti penumpang marah dan meluapkan ke pilot dan kru pesawat," ujarnya.

Dalam sehari terdapat sembilan penerbangan Garuda dari Palembang ke Jakarta. Pemogokan pilot dan kru dua pesawat cukup mengganggu mobilitas Palembang yang tengah meningkat menyambut pelaksanaan SEA Games.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau