Puasa Sarana Melatih Pikiran dan Perilaku

Kompas.com - 28/07/2011, 15:32 WIB

oleh : Dr.Andri,SpKJ *

Bulan Puasa datang dalam hitungan hari. Sudah banyak persiapan yang dilakukan oleh masyarakat menyambut bulan yang penuh ampunan ini. Bahkan para pedagang bahan pokok sudah siap dengan harga kebutuhan yang semakin meningkat. Tentunya puasa bukan hanya sekedar melatih jasmani untuk menahan lapar, inti yang paling besar adalah bagaimana melatih pikiran di bulan yang suci ini. Sebagai psikiater yang terbiasa dalam keseharian melatih pasien untuk berpikiran positif, akan saya jelaskan sedikit di artikel ini tentang manfaat puasa dalam melatih pikiran kita menjadi lebih positif.

Melatih Pikiran

Pada bulan Ramadhan ini kita diharapkan mampu mengendalikan pikiran-pikiran kita dari segala hal-hal buruk yang biasanya secara sadar maupun tidak menjadi kebiasaan kita sehari-hari.    

Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan berbagai masalah kehidupan, selayaknyalah di dalam bulan suci ini kita mampu lebih berpikir positif akan segala macam kondisi yang terjadi. Melatih kesabaran dengan cara mengendalikan amarah adalah salah satu terapi pikiran yang sering didengungkan di ceramah-ceramah Ramadhan. Selain dengan tujuan tidak membatalkan puasa, melatih kesabaran tentunya mempunyai tujuan yang lebih tinggi yaitu mencapai suatu keseimbangan batin.

Orang yang seimbang batinnya tidak akan mudah terpengaruh baik oleh pujian maupun hinaan. Mereka akan tetap tenang dalam berbagai kondisi dan tidak mudah terpancing oleh kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Walaupun sebulan rasanya tidak cukup mencapai hal ini, bulan Ramadhan bisa menjadi tonggak dimulainya latihan pikiran yang bisa terus dikembangkan walau bulan puasa sudah berakhir.

Melatih Perilaku

Dalam ilmu psikiatri, terapi kognitif atau pikiran biasanya tidak terlepas dari terapi perilaku. Para ahli meyakini bahwa perubahan pola pikir akan mengubah juga perilaku orang tersebut. Bila pola pikirnya baik, maka pola perilakunya juga akan mengikuti baik.

Kita sering melihat orang yang menjalankan puasa menjadi lebih rajin menjalankan ajaran agama baik yang wajib maupun sunnah. Kesempatan berkunjung ke mesjid juga dimaksimalkan. Sembahyang juga bertambah dengan adanya sholat tarawih. Umat Islam juga mejadi lebih senang membaca kitab suci Al-Quran. Bahkan beberapa survei kecil-kecilan saya di berbagai toko buku, pada bulan Ramadhan terjadi peningkatan penjualan buku agama Islam dan alat-alat bantu sembahyang.

Kesemuanya ini karena adanya dorongan pikiran untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat di bulan yang suci ini. Selain itu, juga pemikiran bahwa perbuatan ini akan membawa pahala dan berkah yang berlipat ganda membuat umat menjadi semakin bersemangat untuk melaksanakan perilaku yang baik ini.

Puasa Awal Yang Baik

Kita percaya semua bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun belajar untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu adalah suatu hal yang sangat mungkin. Puasa Ramadhan dalam hal ini menyediakan kesempatan untuk belajar pikiran dan perilaku untuk mengarah ke sesuatu yang lebih baik di masa yang akan datang.

Umat Islam dan umat lain bisa belajar bahwa kesempatan untuk melatih pikiran itu akan selalu datang selama kita hidup. Bulan Ramadhan sebenarnya hanya merupakan pengingat kita supaya tetap fokus dan mampu untuk melakukan latihan-latihan itu. Sebenarnya latihan-latihan itu sendiri seharusnya dilakukan setiap hari dan sepanjang hidup.

Hanya melakukan latihan di saat bulan puasa sebenarnya tidak mempunyai efek yang baik untuk jangka panjang. Latihan pikiran dan perilaku itu membutuhkan suatu kesinambungan yang terus dijaga dari waktu ke waktu. Jatuh bangun dalam melatih pikiran dan perilaku ini bukanlah hal yang perlu dirisaukan. Yang terpenting adalah kita mampu bangun dan berusaha kembali.

Semoga puasa tahun ini menjadi suatu kesempatan emas bagi kita untuk terus melatih pikiran dan perilaku kita. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita semua mampu menjadi orang yang lebih baik di ujung bulan Ramadhan nanti. Salam Sehat Jiwa

* Psikiater dengan Keminatan Psikosomatik Medis

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau