Surat palsu mk

Nurpati Akui Bertemu Hasan di KPU

Kompas.com - 28/07/2011, 15:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Andi Nurpati mengaku pernah bertemu Masyhuri Hasan di ruang kerjanya di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat itu, Nurpati masih menjabat komisioner KPU dan Hasan sebagai juru panggil Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau Masyhuri pernah ke ruangan saya, iya," kata Nurpati di sela-sela agenda konfrontasi di Bareskrim Polri, Kamis (28/7/2011). Konfrontasi dilakukan terkait penanganan kasus pemalsuan surat keputusan MK dalam sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan I.

Nurpati dikonfrontasi secara bersamaan dengan Hasan, Hary Almavintomo alias Aryo (mantan supir Nurpati), Matnur, dan Sugiharto (dua mantan staf Nurpati).

Nurpati mengatakan, penyidik masih memfokuskan konfrontasi terkait pertemuan dirinya dengan Hasan. Saat dikonfrontasi, Nurpati mengaku lupa mengenai waktu pertemuan ataupun siapa yang meminta bertemu, apakah dirinya atau Hasan. Nurpati juga mengaku lupa apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

"Tamu saya banyak banget, masa mau ingat satu-satu. Kita susah mengatakan secara detail. Bagi saya, siapa pun yang datang saya terima," kata pengurus Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, penyidik melakukan konfrontasi lantaran ada perbedaan keterangan antara Nurpati dan pihak lain. Nurpati menilai wajar ada perbedaan keterangan lantaran peristiwa itu terjadi dua tahun lalu.

Penyidik akan melanjutkan konfrontasi Nurpati dengan empat staf di MK besok. "Penyidik ingin tahu betul keterangan masing-masing," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau