JAKARTA, KOMPAS.com — Andi Nurpati mengaku pernah bertemu Masyhuri Hasan di ruang kerjanya di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat itu, Nurpati masih menjabat komisioner KPU dan Hasan sebagai juru panggil Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kalau Masyhuri pernah ke ruangan saya, iya," kata Nurpati di sela-sela agenda konfrontasi di Bareskrim Polri, Kamis (28/7/2011). Konfrontasi dilakukan terkait penanganan kasus pemalsuan surat keputusan MK dalam sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan I.
Nurpati dikonfrontasi secara bersamaan dengan Hasan, Hary Almavintomo alias Aryo (mantan supir Nurpati), Matnur, dan Sugiharto (dua mantan staf Nurpati).
Nurpati mengatakan, penyidik masih memfokuskan konfrontasi terkait pertemuan dirinya dengan Hasan. Saat dikonfrontasi, Nurpati mengaku lupa mengenai waktu pertemuan ataupun siapa yang meminta bertemu, apakah dirinya atau Hasan. Nurpati juga mengaku lupa apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.
"Tamu saya banyak banget, masa mau ingat satu-satu. Kita susah mengatakan secara detail. Bagi saya, siapa pun yang datang saya terima," kata pengurus Partai Demokrat itu.
Seperti diberitakan, penyidik melakukan konfrontasi lantaran ada perbedaan keterangan antara Nurpati dan pihak lain. Nurpati menilai wajar ada perbedaan keterangan lantaran peristiwa itu terjadi dua tahun lalu.
Penyidik akan melanjutkan konfrontasi Nurpati dengan empat staf di MK besok. "Penyidik ingin tahu betul keterangan masing-masing," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang