Gowes jurnalistik 2011

Hotel di Jalan Penuh Sejarah

Kompas.com - 28/07/2011, 16:47 WIB

KOMPAS.com - Baron von Hohendorff adalah seorang Gubernur Jawa Timur di era kolonial Belanda. Paku Buwono III mengizinkan ia untuk membangun rumah di Desa Kadipala. Penduduk sekitar pun menyebut sekitar rumah tersebut sebagai kampung Baron.

Hingga kini, rumah mewah peninggalan Baron di tahun 1749 tersebut masih berdiri. Namanya pun terpatri pada beberapa penginapan di kawasan sekitar rumah itu. Salah satunya adalah Hotel Baron Indah. Jaraknya hanya 200 meter dari rumah peninggalan Baron. Hotel Baron Indah tepatnya terletak di Jl. Dr. Rajiman No. 392, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

"Sayangnya karena sudah menjadi milik pribadi, rumah Baron jadi tidak bisa dikunjungi. Padahal bagus banget. Saya juga belum pernah masuk, tapi dari luar kelihatan kemegahannya," tutur Sales & Marketing Manager Hotel Baron Indah Rani Febriana.

Ia menceritakan di masa Baron van Hohendorff, daerah Baron dipandang sebagai kawasan elite. Mengapa Baron sampai diizinkan membangun rumah di kawasan itu? Ternyata, ia berperan dalam terpilihnya Desa Sala sebagai lokasi pengganti Keraton Kartasura.

"Jadi, Jalan Dr. Radjiman itu adalah jalan yang dilewati oleh Raja Keraton Pajang ketika memindahkan keratonnya dari Pajang ke Desa Sala, yang sekarang Solo," ungkap Rani. Bisa dibilang, jalanan tepat di depan hotel itu adalah saksi bisu kepindahan Keraton Kartosuro menjadi Keraton Kasunanan Surakarta di tahun 1745. Jarak keraton dengan Hotel Baron Indah hanya 500 meter saja.

Bagai dilempar ke dimensi waktu, bayangkan sebuah iring-iringan yang berjalan kaki lebih dari 250 tahun yang silam. "Boyong Kedhaton", begitulah sebutan prosesi pindahan itu. Prosesi ini masih terus diadakan setiap tanggal 17 Juni atau bertepatan pada ulang tahun Kota Solo.

"Setiap tahun ada upacara memperingan kepindahan itu dan itu pasti melewati depan hotel kita. Ini nila plus sebagai suguhan cerita untuk tamu. Dua tahun yang lalu masih begitu. Tapi karena ternyata jumlah peserta dari keraton tambah banyak setiap tahunnya, akhirnya dipindahkan ke Jalan Slamet Riyadi yang lebih luas jalannya," jelas Rani.

Selain nilai historis yang tinggi dari lokasi Hotel Baron Indah, posisinya pun sangat strategis. Sebut saja Kampung Batik Laweyan, Keraton, hingga pusat jajanan kaki lima. Oleh karena itu, Hotel Baron Indah menyediakan paket tur keliling objek-objek wisata seputar hotel. Anda bisa pilih tur dengan becak atau andong. Misalnya tur dengan andong akan membawa Anda ke Batik Laweyan, melihat rumah peninggalan Tuan Mayor Baron Von Hohendorff, Keraton Kasunanan Surakarta, lalu berbelanja di Pasar Klewer.

Sementara itu, Hotel Baron Indah adalah hotel bisnis. Sebagian besar tamu adalah pebisnis. Namun jika melihat kamarnya yang nyaman nan luas dan area parkir yang luas pula, hotel ini sangat cocok untuk keluarga yang datang ke Solo untuk berlibur. Jika Anda melewati Kota Solo saat mudik nanti, hotel ini sangat cocok untuk tempat beristirahat lalu diikuti jalan-jalan jarak dekat seputaran Solo.

Anda bisa memilih tipe kamar yang disesuaikan dengan kebutuhan. Tipe kamar terdiri dari superior room, deluxe room, dan executive suite room. Bila menginap bersama keluarga, pilihlah executive suite room yang luas. Harga kamar mulai dari Rp. 338.000 untuk superior room.

Tentu tak lengkap jika hotel bisnis tanpa meeting room. Hotel Baron Indah memiliki lima meeting room berkapasitas hingga 200 peserta. Pada lobby, Resto B.A.R.O.N, meeting room, koridor, dan executive suite room terdapat akses internet wifi gratis. Tak ketinggalan business center yang dilengkapi komputer dan printer. Serta spa dengan berbagai pilihan perawatan.

"Sekarang kita lagi kumpulkan semua buku dan cerita asal usul daerah sekitar kita. Mau kita memorabiliakan dalam sebuah little museum di coffee shop kita," ungkap Rani. Pihaknya juha menargetkan awal tahun 2012 akan ada pembangunan restoran, kedai kopi, dan ballroom. Tentu yang paling unik adalah rencana pembangunan museum kecil untuk lebih mengenal Baron von Hohendorff dan Jalan Dr. Rajiman yang kaya akan sejarah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau