Kepartaian

Republik Kejar Pemangkasan Anggaran

Kompas.com - 28/07/2011, 20:52 WIB
KOMPAS.com - Partai Republik berupaya menarik dukungan publik Amerika Serikat (AS) terkait pemangkasan anggaran. Ketua DPR AS John Boehner mendesak politisi Republik untuk mendukung rencana pemangkasan anggaran.

Seruan dikeluarkan Boehner kepada para wakil rakyat dari Partai Republik. Meski, menurut warta AP dan AFP pada Kamis (28/7/2011) Gedung Putih mengancam akan memveto rencananya dan para tokoh Partai Demokrat di Senat menyatakan menolak.

Sementara itu, di luar DPR AS, kekhawatiran semakin menjadi-jadi lantaran ada anggapan pemerintah AS tidak akan bisa mendapatkan otorisasi untuk menambah utang. Akibat kekhawatiran tersebut, pasar keuangan Wall Street Rabu (27/7/2011) mengalami hari perdagangan paling buruk dalam masa dua bulan.

Amerika terancam berstatus gagal bayar jika ambang batas utang nasional tidak dinaikkan paling lambat 2 Agustus mendatang.

Pemerintah federal AS mengalami defisit anggaran di atas 1,5 triliun dollar AS awal tahun ini. Total utang nasional telah mencapai 14,3 triliun dollar AS.

Dalam rencananya, Boehner mengusulkan defisit anggaran AS akan dipangkas ke kisaran 917 miliar dollar AS dalam tempo 10 tahun dan batas utang maksimum 900 miliar dollar AS.

Meski telah mengadakan negosiasi yang berjalan alot dalam beberapa pekan terakhir, para anggota DPR AS belum juga mencapai kata sepakat mengenai kenaikan batas utang nasional.

Departemen Keuangan AS telah menyatakan lembaga tersebut tidak akan bisa lagi mengambil utang pada tanggal 2 Agustus - tenggat waktu untuk menaikkan batas maksimum utang negara.

Para analis ekonom mengatakan Amerika tidak akan sanggup membayar seluruh tagihan yang jatuh tempo tidak lama setelah batas waktu berlalu tanpa ada kesepakatan kenaikan utang.

Indeks saham unggulan Dow Jones turun 1,59 persen poin pada penutupan Rabu (27/7/2011). Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 2,03 persen, dan indeks saham teknologi Nasdaq melorot 2,65 persen.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, Kongres AS telah menaikkan batas kewenangan berutang pemerintah federal sebanyak belasan kali dan proses persetujuan bisa dikatakan berlangsung seperti peristiwa rutin.

Namun, tahun ini kalangan konservatif di kubu Partai Republik di Kongres menuntut defisit anggaran dikurangi secara drastis sebagai syarat kenaikan pagu utang.

Dalam perkembangan terkait, para anggota Senat AS dari Partai Republik menangguhkan pemungutan suara atas usul yang mereka ajukan mengenai kenaikan batas utang nasional dan defisit anggaran.

Berdasarkan rencana kubu Demokrat di Senat, defisit anggaran akan dikurangi 2,2 triliun dollar AS dalam waktu 10 tahun ke depan dan pagu utang dinaikkan sebesar 2,7 triliun dollar AS.

Meski demikian, 51 senator Demokrat dan dua orang anggota senat independen dalam sepucuk surat hari Rabu berjanji untuk menolak rencana Boehner.

Gedung Putih juga menyatakan tim penasihat senior Presiden Barack Obama akan merekomendasikan agar sang presiden menggunakan hak vetonya.

Salah satu keberatan utama kubu Demokrat adalah bahwa rencana Boehner hanya akan menaikkan batas utang untuk sekitar enam bulan. Hal itu memunculkan risiko pertarungan sengit baru mengenai utang pada tahun 2012 - tahun pemilihan presiden AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau