Indonesia vs turkmenistan

Drama 7 Gol Loloskan Indonesia

Kompas.com - 28/07/2011, 20:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Drama tujuh gol terjadi di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (28/7/2011), saat Indonesia menjamu Turkmenistan di laga kedua Pra-Piala Dunia 2014. Sempat unggul 3-0 dan 4-1, Indonesia dipepet oleh 10 pemain Turkmenistan dan akhirnya hanya menang 4-3.

Meski begitu, kemenangan ini sudah cukup mengantar Indonesia ke babak selanjutnya. Sebab, di leg pertama di kandang Turkmenistan, Indonesia berhasil menahan imbang 1-1.

Meski begitu, kemenangan ini membuat jutaan rakyat Indonesia, terutama ribuan pendukung di stadion, jantungan. Sebab, pada menit ke-86, Indonesia berada di ujung tanduk.

Didukung oleh ribuan suporter "Garuda", Indonesia langsung menekan Turkmenistan. Ini rupanya membuat lawan kesulitan berkembang, bahkan beberapa kali kewalahan.

Cristian Gonzales sempat melewatkan peluang emas pada menit ke-5. Tinggal berhadapan dengan kiper lawan, Shamyradov Maksatmytrat, dia kurang sempurna menguasai bola sehingga Maksatmytrat mampu menangkap bola lebih dulu.

Namun, empat menit kemudian, dia tak melewatkan peluang. Mendapat umpan silang Muhammad Ilham, dia langsung menanduk. Bola sempat membentur tiang, tetapi akhirnya gol dan membawa Indonesia sementara unggul 1-0.

Sebuah serangan balik kembali menghasilkan gol buat Indonesia. Boaz Solossa yang mendapat umpat terobosan langsung mengirim bola ke tengah. Gonzales dengan baik memotongnya dan gol, 2-0.

Hal ini semakin membuat Turkmenistan kewalahan. Apalagi, setiap mereka menyerang, Indonesia selalu melakukan serangan balik yang berbahaya. Aksi Boaz Solossa, Cristian Gonzales, M Ridwan, dan Muhammad Ilham beberapa kali merepotkan pertahanan Turkmenistan.

Meski begitu, serangan Turkmenistan kadang juga cukup membahayakan. Bahkan, tendangan bebas yang mereka lakukan pada menit ke-26 mengarah ke gawang dan Fery Rotinsulu hanya bisa membloknya.

Pada menit ke-42, Muhammad Nasuha tak menyia-nyiakan kesempatan. Dari jarak jauh, dia melepaskan tendangan keras, melengkung dan menembus ke gawang Turkmenistan. Indonesia pun menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia sebenarnya tetap menekan. Pada menit ke-47, Boaz melakukan tendangan jarak jauh yang membuat kemelut di depan gawang Turkmenistan.

Turkmenistan sempat mengancam gawang Indonesia. Tendangan jarak jauh Abylov Guvanch mengarah ke gawang, tetapi mampu dipeluk oleh Fery Rotinsulu. Namun, tak lama kemudian dibalas serangan rapi. M Ridwan sempat lolos dan memberikan umpan silang kepada Boaz. Meski Boaz tinggal memotong bola ke gawang, tetapi justru terlepas.

Pada menit ke-59, Indonesia sempat tertekan. Bahkan, Fery Rotinsulu dipaksa berjibaku. Namun, pertahanan Indonesia mampu menghalaunya. Bahkan, gantian Indonesia menekan dan Boaz tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Sayang, sontekan Boaz masih mengenai kiper Turkmenistan, Maksatmytrat.

Dua menit kemudian, Boaz kembali melewatkan peluang emas. Dia terlalu melebar dalam memotong umpan M Ridwan. Gonzales kemudian mencetak gol setelah menerima umpan Boaz, tetapi dianulir wasit karena dia offside lebih dulu.

Pada menit ke-71, Indonesia kerepotan saat ditekan. Bahkan, Indonesia kebobolan berkat gol bunuh diri M Nasuha yang mencoba menahan bola tendangan lawan. Namun, Indonesia langsung bereaksi. Serangan balik Indonesia kembali berbuah gol. Assist Boaz langsung dipotong M Ridwan. Indonesia pun unggul 4-1. Indonesia semakin dominan karena Turkmenistan hanya bermain 10 orang, setelah Bahtiyar kena kartu merah pada menit ke-80 akibat mendorong M Ridwan.

Anehnya, Indonesia justru lengah dan kelewat percaya diri, juga sedikit kelelahan. Serangan sporadis Turkmenistan mampu kembali membobol gawang Indonesia pada menit ke-83 berkat gol Berdy Shamuradov dan gol Gahryman Chonkaev pada menit ke-86. Indonesia pun tinggal unggul 4-3.

Ketegangan pun memuncak. Sebab, jika sampai 4-4, maka Turkmenistan yang lolos. Beruntung, Indonesia berhasil mempertahankan kemenangan 4-3 dan lolos ke babak selanjutnya.

Susunan Pemain

Indonesia: Fery Rotinsulu; Nasuha, Zulkifli Syukur, Richardo Salampessy, Muhammad Roby; Muhammad Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina (Tony Sucipto 76), Muhammad Ilham (Okto Maniani 76); Boaz Solossa, Cristian Gonzales
Pelatih:
Wilhemus Rijsbergen

Turkmenistan: Shamyradov Maksatmytrat; Gochguly Gochgulyyev, Begli Annagedliyev, Maksim Belyh, Sarkisov David; Abylov Guvanch, Hangeldiyev Guvanch, Bahtiyar (KM 80); Berdy Shamuradov, Ruslan (Boliyan 65), Gahryman
Pelatih:
Hojageldiyev Yazguly

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau