Calon pimpinan kpk

Chandra, Ade Rahardja, dan Johan Budi Tidak Lolos

Kompas.com - 29/07/2011, 02:54 WIB

Jakarta, Kompas - Tujuh belas orang dinyatakan lolos sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah melalui tahap kedua seleksi, yakni penilaian makalah kompetensi dan makalah personal. Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi dinyatakan tidak lolos.

”Tahap pertama, seleksi administrasi, lolos 142 orang. Tahap kedua diikuti 134 orang. Enam orang tidak hadir dan dua orang mengundurkan diri,” kata Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Patrialis Akbar di Jakarta, Kamis (28/7) petang.

Tujuh belas calon yang lolos adalah staf ahli KPK Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Anna Erliyana, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Daniel Pangaribuan, Dharma Pongrekun, Egi Sutjiati, Fachmi, Gazalba Saleh, Genades Panjaitan, Handoyo Sudrajat, Idris, Sayid Fadhil, Yunus Husein, dan Zulkarnain. ”Panitia seleksi tidak hanya melihat satu aspek, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain, masukan masyarakat, dan riwayat hidup. Semua dikombinasikan,” kata Patrialis.

Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Partai Demokrat dan buronan kasus korupsi proyek di Kementerian Pendidikan Nasional, sempat menuduh Chandra bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Anas menjanjikan Chandra kembali menjadi pimpinan KPK. Ade, ditemani Johan, juga bertemu dengan Nazaruddin.

Patrialis menambahkan, untuk menilai makalah kompetensi dan makalah personal, panitia seleksi meminta 15 orang yang terdiri dari tokoh dan akademisi untuk melakukan penilaian. Semua makalah hanya diberi nomor sehingga penilai tidak mengetahui nama orang yang menulis makalah itu. Penilaian itu dilakukan berdasarkan kriteria kejelasan, koherensi, konsistensi, kecermatan, dan kelengkapan.

Peserta yang lolos seleksi uji makalah kompetensi dan makalah personal berhak mengikuti seleksi profile assessment pada 2 Agustus 2011. (LOK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau