Jakarta, Kompas -
”Tahap pertama, seleksi administrasi, lolos 142 orang. Tahap kedua diikuti 134 orang. Enam orang tidak hadir dan dua orang mengundurkan diri,” kata Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Patrialis Akbar di Jakarta, Kamis (28/7) petang.
Tujuh belas calon yang lolos adalah staf ahli KPK Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Anna Erliyana, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Daniel Pangaribuan, Dharma Pongrekun, Egi Sutjiati, Fachmi, Gazalba Saleh, Genades Panjaitan, Handoyo Sudrajat, Idris, Sayid Fadhil, Yunus Husein, dan Zulkarnain. ”Panitia seleksi tidak hanya melihat satu aspek, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain, masukan masyarakat, dan riwayat hidup. Semua dikombinasikan,” kata Patrialis.
Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Partai Demokrat dan buronan kasus korupsi proyek di Kementerian Pendidikan Nasional, sempat menuduh Chandra bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Anas menjanjikan Chandra kembali menjadi pimpinan KPK. Ade, ditemani Johan, juga bertemu dengan Nazaruddin.
Patrialis menambahkan, untuk menilai makalah kompetensi dan makalah personal, panitia seleksi meminta 15 orang yang terdiri dari tokoh dan akademisi untuk melakukan penilaian. Semua makalah hanya diberi nomor sehingga penilai tidak mengetahui nama orang yang menulis makalah itu. Penilaian itu dilakukan berdasarkan kriteria kejelasan, koherensi, konsistensi, kecermatan, dan kelengkapan.
Peserta yang lolos seleksi uji makalah kompetensi dan makalah personal berhak mengikuti seleksi profile assessment pada 2 Agustus 2011.