Seleksi pimpinan kpk

Jimly: Lebih Baik Chandra Tak Lolos

Kompas.com - 29/07/2011, 12:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar hukum tata negara, Jimly Asshidiqie, menilai Chandra M Hamzah dan Ade Rahardja memang lebih baik tak lolos seleksi menuju kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru.

Menurutnya, meski azas praduga tak bersalah tetap berlaku, kesan publik terhadap keduanya sudah buruk lantaran disebut-sebut memiliki kongkalikong tertentu dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.

"Baiknya memang sudah tidak lagi karena memang sudah banyak masalah. Pro dan kontra apalagi dia disebut-sebut Nazarudin. Jadi sebaiknya untuk kepentingan dan menjaga citra dari lembaga, jadi sebaiknya dia tidak lagi," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (29/7/2011).

Kemarin, Kamis (28/7/2011), Pansel KPK mengumumkan 17 nama yang lolos seleksi makalah. Chandra, Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi dinyatakan tidak lolos. Sekretaris Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Ahmad Ubbe menyampaikan pansel mempertimbangkan rekam jejak ketiganya.

Selain disebut-sebut oleh Nazaruddin, Chandra juga pernah dituding menerima suap dari Anggoro Widjojo, tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu, bersama pimpinan KPK lainnya, Bibit S Rianto.

Jimly mengaku pernah menyarankan kepada Chandra untuk mengundurkan diri saja dari kursi pimpinan KPK sebelumnya. Namun, Chandra akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan tanggung jawabnya. Menurutnya, kesempatan tetap boleh diberikan.

"Karena itu, Chandra dalam hal ini sukarela saja mengundurkan diri meski tiga bulan lagi. Namun, karena dia berniat maju lagi, kemudian sudah dinyatakan tidak lolos,baik juga bagi kita memberi pengertian kepada Chandra untuk bekerja tiga bulan lagi," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, panitia seleksi sudah bekerja sesuai dengan kewenangannya. Mereka melakukan penilaian terhadap kualitas pimpinan yang akan datang tanpa perlu pembuktian. Beda dengan kerja Komite Etik KPK yang nantinya harus membuat keputusan berdasarkan pembuktian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau