Perburuan buronan

Nazaruddin Diintai Tiga Polisi

Kompas.com - 29/07/2011, 19:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan, tim beranggotakan tiga polisi terus mengintai buronan Muhammad Nazaruddin di suatu negara.

Pengintaian akan terus dilakukan hingga ada tindakan penangkapan dari kepolisian setempat. "Kemungkinan dia keluar, tetapi pasti kita ikuti," kata Sutarman di Mabes Polri, Jumat (29/7/2011).

Sutarman mengatakan, pihaknya memprediksi Nazaruddin akan berpindah-pindah lokasi persembuyian secara legal lantaran menggunakan identitas palsu. Namun, pihaknya belum tahu nama dan negara mana yang dipakai Nazaruddin dalam paspor.

Pihaknya telah meminta kepada kepolisian negara yang kini menjadi persembuyian Nazaruddin agar membantu menangkap. "Saya tunggu diplomasi dari negara itu. Kalau bisa negara itu kooperatif dan menangkap. Mungkin dengan cara dideportasi atau dikirim ke Indonesia melalui proses hukum internasional," katanya.

Seperti diberitakan, Nazaruddin meninggalkan Indonesia menuju Singapura sejak 23 Mei 2011. Dia berhasil kabur karena pencegahan dari pihak Imigrasi baru dikeluarkan tanggal 24 Mei 2011. Nazaruddin diketahui sempat ke Kamboja dan Vietnam. Belakangan, dia disebut-sebut berada di Argentina.

Berbagai kalangan mendesak agar Nazaruddin segera dibawa pulang karena tahu banyak tentang kasus suap wisma atlet SEA Games dan kasus besar lainnya yang diduga melibatkan banyak pihak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau