JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan, tim beranggotakan tiga polisi terus mengintai buronan Muhammad Nazaruddin di suatu negara.
Pengintaian akan terus dilakukan hingga ada tindakan penangkapan dari kepolisian setempat. "Kemungkinan dia keluar, tetapi pasti kita ikuti," kata Sutarman di Mabes Polri, Jumat (29/7/2011).
Sutarman mengatakan, pihaknya memprediksi Nazaruddin akan berpindah-pindah lokasi persembuyian secara legal lantaran menggunakan identitas palsu. Namun, pihaknya belum tahu nama dan negara mana yang dipakai Nazaruddin dalam paspor.
Pihaknya telah meminta kepada kepolisian negara yang kini menjadi persembuyian Nazaruddin agar membantu menangkap. "Saya tunggu diplomasi dari negara itu. Kalau bisa negara itu kooperatif dan menangkap. Mungkin dengan cara dideportasi atau dikirim ke Indonesia melalui proses hukum internasional," katanya.
Seperti diberitakan, Nazaruddin meninggalkan Indonesia menuju Singapura sejak 23 Mei 2011. Dia berhasil kabur karena pencegahan dari pihak Imigrasi baru dikeluarkan tanggal 24 Mei 2011. Nazaruddin diketahui sempat ke Kamboja dan Vietnam. Belakangan, dia disebut-sebut berada di Argentina.
Berbagai kalangan mendesak agar Nazaruddin segera dibawa pulang karena tahu banyak tentang kasus suap wisma atlet SEA Games dan kasus besar lainnya yang diduga melibatkan banyak pihak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang