LANGKAT, KOMPAS.com - Dua karyawan PTPN IV Kabupaten Langkat Sumatera Utara, tewas disambar petir saat berteduh di bawah pohon sawit yang ada di perkebunan tersebut.
"Ada dua orang karyawan kita yang tewas disambar petir ketika berteduh dibawah pohon sawit," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PTPN IV Kebun Padang Tualang, Nanang, di Padang Tualang, Jumat (29/7/2011).
Kedua korban itu adalah Haryono (28), seorang buruh harian lepas (BHL), berdomisili di Dusun Banjaran Kecamatan Padang Tualang. Kemudian, Malin Dewana Manik (38), karyawan Afdeling III PTPN IV, Dusun Bajaran Raya Kecamatan Padang Tualang.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (28/7/2011) sekitar pukul 16.30 WIB, saat hujan sedang deras-derasnya.
Para karyawan tersebut, langsung berteduh di bawah pohon sawit yang berada di dataran yang lebih tinggi, di Afdeling VII Dusun Bajaran Raya, Kecamatan Padang Tualang.
"Tiba-tiba datang petir menyambar mereka yang berada di bawah pohon sawit, dan langsung dua karyawan itu tewas disambar petir," katanya menambahkan.
Sementara itu, rekan mereka yang lainnya sempat selamat, dan sekarang ini sedang mendapat peratawan intensif di rumah sakit PTPN II Tanjung Selamat, Batang Serangan.
Kepala Wilayah Kecamatan Padang Tualang Yafizham Parinduri secara terpisah menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima memang ada dua karyawan PTPN IV, yang disambar petir saat hujan lebat. "Saat itu mereka sedang melakukan survey di lapangan," katanya.
Kini pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Tualang, sedang menangani kasus tersebut. Sementara itu, kejadian yang sama juga terjadi beberapa hari yang lalu, di mana satu warga Gono Pranoto (18) penduduk Desa Sukadamai Timur Dusun IV Kecamatan Hinai, tewas disambar petir saat hujan deras pada petang hari.
Saat itu, Gono Pranoto sedang mencari rumput di areal perkebunan yang ada. Pada saat itu hujan deras turun disertai petir, dan menghantam tubuh korban hingga tewas di tempat, dan jiwanya tidak dapat diselamatkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang