Pertanian

Ribuan Hektar Tebu Diserang Penyakit CSD

Kompas.com - 30/07/2011, 03:26 WIB

KUDUS, KOMPAS - Tanaman tebu seluas 1.803 hektar dari total 5.945 hektar di Kabupaten Kudus, Blora, Jepara, Pati, dan Rembang, Jawa Tengah, terserang penyakit garis klorosis atau chlorotic streak disease/CSD. Serangan itu menyebabkan produksi tebu di wilayah Pabrik Gula Rendeng rata-rata turun 30 persen per hektar dan rendemen tebu rendah.

Penyakit CSD disebabkan oleh virus. Pada tebu yang terserang penyakit itu akan muncul garis berombak yang tidak beraturan, dengan warna kuning hingga putih di daunnya sehingga tebu tidak tumbuh normal.

Kepala Bagian Pengolahan Pabrik Gula (PG) Rendeng RB Agus Wasisto, Jumat (29/7), di Kudus, mengatakan, penyakit garis klorosis itu muncul karena anomali cuaca. Penyakit itu menyebabkan tanaman tebu varietas bululawang stres sehingga memengaruhi perkembangan dan rendemen tebu.

Pada musim panen dan giling tahun ini, produksi tebu rata-rata turun dari 650 kuintal per hektar menjadi 455 kuintal per hektar. Rendemen juga hanya mencapai 6,07 persen dari target maksimal rendemen 7,09 persen dan minimal 6,1 persen.

”Dari 1.803 hektar tebu, 50 persennya harus diganti tanaman baru, sedangkan sisanya harus dipanen muda. Seharusnya umur panen tebu adalah 12 bulan atau 14 bulan, sekarang tujuh bulan saja harus dipanen,” papar Agus.

Sementara itu Maslam (58), petani tebu di Desa Besito, Kecamatan Gebog, mengemukakan, situasi petani tebu dalam dua tahun terakhir serba sulit. Harga gula tidak sesuai harapan, rendemen rendah, biaya sewa tanah serta angkut naik, dan muncul serangan CSD.

Gunakan minyak ilegal

PG Rendeng juga membantah dugaan polisi bahwa mereka menggunakan marine fuel oil (MFO) atau minyak bakar ilegal. Dugaan itu muncul setelah polisi menangkap truk pengangkut 16.000 liter MFO yang diduga ilegal pada Rabu malam. Polisi bahkan sempat memasang garis polisi di tangki penampung MFO milik PG Rendeng.

Kepala Gudang sekaligus Humas Tri G menegaskan, minyak bakar pemicu api ketel itu resmi diperoleh dari Pertamina. (HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau