KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunggu sentimen positif domestik untuk kembali menguat. Kondisi ini diperlukan di tengah belum jelasnya kesepakatan soal kenaikan batas utang AS demi menghindari gagal bayar jelang tenggat waktu kesepakatan yang semakin dekat pada 2 Agustus.
Pemimpin Senat AS Harry Reid memberikan berita bagus untuk rancangan kenaikan batas utang setelah melakukan pembicaraan dengan rekannya dari partai Demokrat. Seperti dikutip AFP, ia optimistis kesepakatan bakal tercapai.
Sentimen positif dari AS tersebut langsung mengangkat Indeks Nikkei-225 di Jepang pada awal perdagangan Senin (1/8/2011). Indeks Nikkei-225 menguat 111,22 poin (1,13 persen) ke level 9.944,25.
Akhir pekan lalu IHSG ditutup turun 15 poin (0.36 persen) ke level 4,130 dengan jumlah transaksi sebanyak 12 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp5.7 triliun.
Hampir semua sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penurunan kecuali sektor agri, infrastruktur, dan keuangan. Tercatat sebanyak 83 saham mengalami penguatan, 173 saham mengalami penurunan, 61 saham tidak mengalami perubahan dan 136 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Meski akhir pekan lalu menurun, tapi di lihat dari sisi waktu mingguan, IHSG naik 23,98 poin (0,58 persen) bila dibandingkan dengan penutupan akh ir minggu sebelumnya. Indeks LQ45 juga naik 3,90 poin (0,54 persen ).
Riset Indo Surya Aset Management memperkirakan IHSG akan berada pada support 4.073-4.102 dan resistance 4.160-4.180. IHSG masih dimungkinkan mengalami konsolidasi seiring sikap wait and see investor terhadap rilis inflasi Juli 2011, neraca perdagangan, ekspor -impor Indonesia, dan perkembangan krisis utang AS dan Eropa.
Meski terdapat peluang penguatan, Investor tetap mewaspadai potensi berlanjutnya aksi ambil untung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang