Pemberantasan korupsi

Istana: KPK Harus Tetap Didukung

Kompas.com - 01/08/2011, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menegaskan, komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberantas korupsi tidak berubah.

Pemerintah menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi masih dibutuhkan sehingga segenap pihak harus mendukung dan mengoptimalkan keberadaan KPK.

"KPK merupakan lembaga adhoc yg masih sangat dibutuhkan di negara ini untuk memberantas korupsi. KPK adalah lembaga yang memiliki peran mendukung, memberdayakan, dan berkoordinasi dengan kepolisian serta kejaksaan, yang memang memiliki tugas untuk memberantas korupsi. Jadi, KPK harus tetap didukung dan dioptimalkan," kata Julian, Senin (1/8/2011) di kompleks Istana Negara.

Penegasan itu disampaikan Julian saat Istana dimintai tanggapan atas pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie tentang pembubaran KPK. Istana menilai, pernyataan Marzuki itu disampaikan dalam kapasitas pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai Ketua DPR.

Sebagai warga negara Indonesia, Marzuki dinilai sah untuk bersikap atau berbeda pendapat. Sikap Presiden menurutnya jelas, memberantas korupsi, menyatakan perang terhadap korupsi. Sikap Presiden yang disampaikan sejak 2004 itu tetap konsisten sampai hari ini.

"Tidak ada alasan untuk mempertanyakan komitmen Presiden yang intinya memberantas korupsi," katanya. Bilamana dalam pelaksanaan peran KPK itu ada hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, menurut Julian, tidak berarti lembaga itu harus dibubarkan.

"Tentu ada proses (koreksi) yang bisa dilakukan, tetapi tidak berarti lembaga tersebut harus dibubarkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau